UMKM Dapat Pendampingan Pemkot

38
Ilustrasi

Menjadi salah satu sektor paling terdampak dari pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Pemkot sampai-sampai meluncurkan program Kendari Preneur.

LAPORAN: MITA, KENDARI.

Karena sering dianggap memiliki peran penting dalam pemulihan ekonomi atas dampak Covid-19, tidak tanggung-tanggung, lewat  program Kendari Preneur akan ada 1.000 pelaku UMKM mendapat pendampingan usaha pada tahap pertama di 2021.

Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir dalam satu kesempatan mengatakan, pendampingan terhadap 1.000 pelaku usaha merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar UMKM bisa tumbuh dan berkembang dengan baik terlebih di masa pandemi.

“Pelaku UMKM kerap mengabaikan beberapa aspek penting dalam menjalankan usahanya, seperti manajemen (pembukuan) dan pemasaran. Akibatnya, usaha yang dijalankan tidak berlangsung lama. Atas dasar itu, kami pemerintah perlu kiranya melakukan pendampingan untuk kemajuan usaha mereka,” ujar Sulkarnain.

Wali Kota Kendari yang juga politisi PKS ini mengungkapkan, perhatian yang diberikan kepada UMKM bukan berarti melupakan aspek penting lainya dalam pemulihan ekonomi pascapandemi yang saat ini masih berlangsung. Akan tetapi, perhatian tersebut untuk lebih mengedukasi pelaku UMKM yang masih mengabaikan aspek penting dalam manajemen usaha.

“Kelemahan pelaku UMKM di Kota Kendari kebanyakan mengabaikan aspek penting seperti manajemen usaha dan pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat/kemasan, dan promosi. Inilah yang akan diedukasi melalui pendampingan oleh pemerintah,” bebernya.

Padahal, kata Sulkarnain, jika aspek yang diabaikan itu bisa diperbaiki, maka peran UMKM seperti yang  dijelaskan oleh Bappenas, bahwa peran UMKM terdiri dari perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, pembentukan produk domestik bruto (PDB), dan penyediaan jaring pengaman terutama masyarakat berpendapatan rendah dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif bisa terwujud.

“Makanya, dalam pendampingan juga, para pelaku usaha akan diakseskan dengan permodalan. Yang mana saat ini berdasarkan data yang dihimpun para pelaku usaha masih lugu terhadap perbankan dalam peminjaman,” jelas Sulkarnain.

“Saya sudah perintahkan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM melalui Program Kendari Preneur untuk menginventarisir para pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan. Harapannya mereka bisa mendapatkan akses ke perbankan untuk mengembangkan usaha mereka,” Tambahnya.

Sementara, Kepala Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kendari Muhammad Saiful mengaku telah melakukan pendataan terhadap para pelaku UMKM yang akan mengikuti pendampingan usaha dengan menyiapkan mentor profesional UMKM.

“Nanti setiap 1 mentor akan menangani 10 pelaku UMKM. Kami siapkan 100 mentor berarti ada 1.000 UMKM yang akan dibina. Ini adalah bentuk program, ada juga bentuk pelatihan yang langsung dari pusat terhadap pelaku usaha kita,” ungkap Saiful.

Untuk itu, mantan Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kendari ini mengajak kepada seluruh pelaku UMKM yang ingin mendapatkan pendampingan bisa langsung mendaftarkan diri melalui lama www.kendaripreneur.com. (*)

Facebook Comments