Hawa dan Febi Mengais Rupiah di Kotamara Pakai Kostum Badut Karakter

34
Hawa (kiri) dan Febi seusai memakai  kostum badut karakter. (FOTO: SUMARDIN/BKK)

Kala sebagian besar anak seusianya  bermain dengan teman sebayanya, Hawa (6) dan Febi (11) sudah relakan waktunya untuk mengais pundi- pundi rupiah dengan memakai kostum badut karakter di Kotamara yang merupakan salah satu ikon Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

LAPORAN: SUMARDIN, KENDARI.

Gadis kecil perawakan manis dan agak tomboy ini biasa memakai  kostum badut karakter  saat  kawasan tersebut mulai ramai pengunjung, sekitar pukul 16.30 Wita dan berhenti ketika sepi pukul 00.00 Wita.

Bukan tanpa alasan mereka melakoni rutinitas itu. selain alasan membantu orangtua (ortu) dan jajan, keduanya mengaku ada barang favorit untuk dibeli, yakni handphone (hp) untuk Hawa dan motor trail mini untuk Febi.

Febi mengaku,  kostum badut karakter yang dikenakan dibelikan oleh sang paman dengan harga sekitar Rp800 ribu, dari kostum itu dirinya sudah bisa membeli lagi  1 kostum badut karakter yang sejenis.

Hampir setiap sore dan malam hari keduanya berpartner jalan menelusuri trotoar dan menghampiri pengunjung yang sedang duduk santai, untuk sekadar menghibur dengan berbagai goyangan lucu dan menggemaskan.

Sebut dia, biasanya pengunjung menghargai atraksinya, mulai Rp1.000 sampai Rp2.000. Tapi tidak jarang mereka tidak dikasih sama sekali, dengan alasan sudah memberikan ke yang lain.

“Kalau kita jalan sore sampai tengah malam om, biasanya kita dapat Rp50 ribu-Rp80 ribu lebih. Jadi hasilnya kita bagi dengan Hawa, kalau Rp6 ribu, biasanya Hawa dikasih Rp2.000 karena Hawa tidak pakai kostum,” ujar siswi kelas 6 ini.

Makanya supaya uang Hawa banyak, dia sering membujuknya agar memberanikan diri memakai kostum yang masih ada 1 di rumah. Dirinya bilang kepada Hawa jangan malu, kan bukan mencuri.

Tabungan dari hasil memakai  kostum , beber dia, sudah cukup untuk membeli motor trail mini impiannya, tapi dirinya akan membeli setelah selesai lebaran Idulfitri nanti.

“Kalau Hawa uang celengan untuk beli hape sudah dibongkar dipakai mamanya, katanya untuk bayar utang. Tapi Hawa bilang mau nabung lagi supaya bisa beli hape,” tuturnya menirukan ucapan Hawa.

Aktivitas yang ditekuni saat ini sambung dia, tidak mengganggu mereka berdua untuk menempuh pendidikan dasarnya. Tapi terkadang kalau pulang agak larut malam, biasanya terlambat bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. (*)

Facebook Comments