Pemkot Hadirkan Program Donasi Sampah

44
Wali Kota Kendari H Sulkarnaian saat mempromosikan program donasi sampah. (FOTO: MITA/BKK)

Permasalahan sampah di Kota Kendari sangat kompleks. Banyak cara dilakukan baik pemerintah kota (pemkot) yang bertanggung jawab akan masalah tersebut, maupun pemerhati lingkungan, belum juga memberikan solusi terbaik.

LAPORAN: MITA, KENDARI.

Belum lagi soal tidak disiplinnya sebagian masyarakat Kendari akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, yang mengakibatkan sampah berhamburan ke mana-mana.

Pemerintah kota sadar betul akan permasalahan ini, olehnya itu pemerintah mengajak salah satu pegiat lingkungan di Kota Lulo bernama Komunitas Teras untuk membantu mengatasi sampah.

Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir mengatakan, saat ini pemerintah memiliki program yang namanya donasi sampah yang digagas oleh Komunitas Teras. Itu untuk menjawab tantangan dinamika kehidupan perkotaan di mana pertumbuhan penduduk berbanding lurus dengan peningkatan produksi sampah.

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Akan tetapi, telah menjadi bagian dari tanggung jawab masyarakat sebagai produsen sampah. Sehingga, melibatkan salah satu pegiat lingkungan diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mengatasi sampah yang kian hari kian meningkat,” ujar Sulkarnain.

Melalui program donasi sampah, kata Sulakrnain, diharapkan masyarakat dapat mengambil peran secara langsung dan ikut berpartisipasi dalam mendorong pengelolaan sampah di lingkungannya.

“Saya mengapresiasi cara anak muda kita dalam menyikapi salah satu problem kita yakni sampah. Mudah-mudahan program ini bisa berhasil dan nantinya kita akan replikasi diseluruh wilayah Kota Kendari. Pemkot sangat terbuka untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak manapun yang memiliki konsep dan visi yang sama untuk terwujudnya Kota Kendari yang baik.

Terpisah, Ketua Komunitas Teras Alfian menjelaskan, program donasi sampah “Kita Bisa” merupakan salah satu alternatif upaya pengelolaan sampah sebagai hasil refleksi model pengelolaan yang selama ini telah ada namun tidak cukup berhasil.

“Giat ini diinisiasi oleh kelompok kecil di masyarakat yang memahami bahwa sampah adalah tanggung jawab masing-masing individu,” katanya.

Adapun yang menjadi lokasi donasi sampah kata Alfian bertempat di kompleks perumahan Cempaka Graha Asri (Pasar Panjang, Kendari), program donasi dilakukan setiap hari minggu dari jam 8-10 pagi. Donasi yang terkumpul, lanjut dia, akan langsung  diberikan kepada pemulung yang sudah diidentifikasi  dan masuk dalam daftar warga yang layak untuk mendapatkan hasil dari donasi.

“Masyarakat sebagai donatur diedukasi untuk memproduksi eco-bricks (bata ramah lingkungan) dari botol plastik yang diisi dengan kemasan plastik yang dipadatkan. Target besar dari program ini antara lain kepedulian sosial bagi pemulung, pengurangan dan pemanfaatan sampah pada sumbernya, serta edukasi dan motivasi gerakan di tingkat masyarakat. (*)

Facebook Comments