Napi Kendalikan Peredaran Narkoba dari Lapas Kendari

51
Tersangka Rifki yang diamankan di Mapolres Kendari. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Kendari mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang dikendalikan narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andi Agusfian Pranata mengurai, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan seorang terduga pengedar bernama Rifki Syarifuddin alias Rifki (35).

Tersangka Rifki ditangkap di Hotel Mitra yang terletak di Kelurahan Tobuuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari, Sabtu (13/2).

“Dari tersangka, kami mengamankan 33 saset yang diduga berisi narkoba jenis sabu-sabu seberat 53 gram,” ujar Andi saat ditemui di Mapolres Kendari, Kamis (18/2).

Dibeberkan, dari pengakuan tersangka, sabu-sabu diperoleh dengan sistem tempel yang dipesan dari seorang napi di Lapas Kelas II A Kendari.

Kemudian, polisi yang melakukan pengembangan. Dan, mengamankan seorang napi bernama Khairul Nasrullah (30).

“Di Lapas, kami bekerja sama dengan kalapas. Dari tangan Khairul Nasrullah, kami mengamankan 1 unit hanphone (Hp) yang diduga digunakan untuk berkomunkasih dengan tersangka Rifki,” ungkap Andi.

Diungkapkan, Khairul Nasrullah merupakan napi perkara narkoba yang ditangkap di Unaaha Kabupaten Konawe.

Andi bilang, sabu-sabu yang diperoleh tersangka Rifki diederkan di Unaaha Kabupaten Konawe. Di sana, para konsumen akan memesannya pada napi tersebut, kemudian tersangka Rifki yang menyiapkan dan mengedar kepada pelanggan.

“Sudah ketiga kalinya tersangka (Rifki) mengedarkan sabu-sabu ini. Sementara napi ini sebagai operator atau pengendali. Mereka komunikasi lewat Hp,” terangnya.

Andi mengatakan, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.

Rifki mengaku, dirinya mendapat upah Rp500 per 10 gram sabu yang dijual. Selain mengedar, ia juga mengaku sebagai pengguna sabu-sabu. (cr2/man)

Facebook Comments