Hari Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muna Dianggap “Tanggal Cantik”

35
Ketua KPU Muna Kubais menyerahkan hasil pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2021- 2026, LM Rusman Emba dan Bachrun. (Foto: Fitri/BKK)

RAHA, BKK- Empat hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muna periode 2021- 2026, LM Rusman Emba ST dan Drs H Bachrun MSi, Minggu (21/2), pukul 10.00 Wita. Tanggalnya dinilai “tanggal cantik”: 21-2-2021.

Turut hadir dalam pleno ini Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Muna Al Abzal Naim, anggota KPU Sultra Al Munardin, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muna AKBP Debby Asri Nugroho, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1416 Muna Letkol Andi Akbar.  Tidak ketinggalan 4 pimpinan partai pendukung, yaitu Jafrudin dari PKS, La Ode Arwaha Ady Saputra dari PKB, Al Munajat Sefu dari PDIP, dan Muh Natsir Ido dari Golkar, serta ketua tim pemenangan pasangan TERBAIK, La Ode Saera.

Ketua KPU Muna Kubais dalam sambutannya mengatakan, penetapan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih adalah puncak dari tahapan pilkada.

“Kita bersyukur Pilkada Muna 2020 dapat berjalan lancar, demokratis, damai, dan aman, hingga tidak ada pemungutan suara ulang (PSU). Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyelenggara pilkada, baik tingkat PPK, PPS, dan KPPS, terlebih bagi anggota KPU, Bawaslu, yang telah bekerja profesional sesuai aturan perundang undangan,” kata Kubais.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolres dan jajarannya, Dandim dan jajarannya, dan bagi seluruh masyarakat Muna.

“Pilkada 2020 digelar di tengah pandemi Covid-19, hingga mulai dari tahapan pilkada hingga saat ini (pleno, red) digelar dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Partisipasi pemilih juga tinggi mencapai 85,34%. Data pemilih juga semakin baik, yang berkurang sekitar 20 ribuan dalam Pilkada 2020. Pilkada 5 tahun lalu jumlah pemilih di Muna itu 153 ribu dan pada 2020 berjumlah 143.128 orang,” kata Kubais.

Anggota KPU Sultra, Al Munardin saat gilirannya tampil di podium menjelaskan alasan mengapa pleno digelar pada tanggal merah.

“Agar tidak menimbulkan presepsi liar di masyarakat kenapa pleno kami gelar  pada hari Minggu, KPU di seluruh Indonesia itu bekerja tidak mengenal yang namanya hari kerja ya.  Saya sampaikan hal ini (supaya) jangan lagi ada yang tidak paham terkait hal ini,” tegasnya.

Al Munardin juga bersyukur Pilkada Muna nyaris tidak ada riak yang berarti sebagaimana kekhawatiran banyak pihak.

“Muna inikan menjadi perhatian khusus dari KPU RI. Namun apa yang dikhawatirkan tidak terjadi dalam Pilkada Muna 2020. Semua tahapan Pilkada Muna selalu kami ikuti. Kami ucapkan terima kasih kepada KPU Muna, Bawaslu Muna, Kapolres Muna yang tidak kenal lelah bekerja untuk mengamankan pilkada, Dandim 1416 Muna, PPS, KPPS, dan PPK se-Kabupaten Muna, seluruh lapisan masyarakat dan khusus kepada bupati dan wakil bupati terpilih. Seluruhnya memiliki tanggung jawab besar dalam menyukseskan pilkada,” pungkas La Power, sapaan akrabnya.

Pantauan wartawan koran ini, pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih digelar dengan mengikuti prokes yang ketat.

Hanya bupati dan wakil bupati terpilih bersama istri, pimpinan parpol pendukung, forkompinda, Ketua IDI Muna , Kasatpol-PP, dan ketua tim pemenangan yang bisa masuk ke ruang pleno. Awak media hanya boleh mengambil gambar dan tidak diperkenankan masuk. (tri/iis)

Facebook Comments