Hari Ini, MK Gelar Sidang Lanjutan Sengketa Hasil Pilkada Muna, Konsel, dan Konkep 

161
La Ode Abdul Natsir Muthalib.

KENDARI, BKK – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang lanjutan permohonan perselisihan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna, Konawe Selatan (Konsel), dan Konawe Kepulauan (Konkep) pada Rabu (3/2).

Sidang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan pihak terkait yakni pasangan calon (paslon) pemenang pilkada di 3 kabupaten tersebut, serta pengesahan alat bukti.

Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Abdul Natsir Muthalib menuturkan, sidang lanjutan perkara sengketa hasil Pilkada Konsel dan Konkep dimulai pukul 14.00 WIB. Sementara untuk sengketa Pilkada Muna, sidang dimulai pukul 17.00 WIB.

Adapun untuk sidang lanjutan sengketa pilkada Wakatobi, kata pria yang akrab disapa Ojo itu, dijadwalkan pada Kamis (4/2) pukul 14.00 WIB.

“Dalam memberikan keterangan nantinya, KPU Kabupaten didampingi oleh advokat atau kuasa hukum masing-masing. KPU kabupaten telah menyiapkan salinan dokumen-dokumen yang relevan dengan data gugatan sebagai bagian pertanggungjawaban ke MK,” kata Ojo, Selasa (2/2).

KPU, kata Ojo, pada dasarnya telah siap untuk bersidang. Pihaknya bersama komisioner KPU di 4 kabupaten berperkara telah melakukan persiapan-persiapan untuk menyanggah dalil-dalil yang diutarakan pemohon pada sidang pemeriksaan pendahuluan pada Rabu (27/1) lalu.

“Kita telah melakukan koordinasi internal dengan KPU kabupaten. Hal itu meliputi strategi advokasi, metode persidangan, dan pembuktian secara daring dan luring, serta penyiapan jawaban dan penyerahan alat bukti ke MK,” jelas Natsir.

Sementara, Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengatakan, Bawaslu di 4 kabupaten berperkara siap untuk memberikan keterangan terkait dalil-dalil yang disangkakan pemohon.

“Bawaslu tidak didampingi oleh kuasa hukum, melainkan menyampaikan secara langsung ke MK atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan saat melakukan pengawasan di pilkada 2020,” ujar Hamiruddin.

Bawaslu Provinsi, kata Hamiruddin, telah memastikan bahwa keterangan-keterangan terkait pengawasan pelaksanaan pilkada yang disusun oleh bawaslu kabupaten telah sesuai dengan fakta-fakta yang ada di lapangan.

“Hasil pengawasan dan hasil-hasil penanganan pelanggaran telah ditangani oleh bawaslu di kabupaten. Maka pada prinsipnya, Bawaslu siap untuk memberikan keterangan atas semua pokok tuduhan dari pelapor,” imbuhnya.

Diketahui, dari 7 kabupaten yang telah menggelar pilkada 2020 di Bumi Anoa, 4 di antaranya masih dalam proses sengketa. Hasil pilkada Konsel digugat oleh pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 3 Muhammad Endang SA-Wahyu Ade Pratama.

Kemudian hasil pilkada Konkep digugat oleh paslon nomor urut 4 Oheo Sinapoy-Muttaqin Siddiq, Muna digugat oleh paslon nomor urut 2 Rajiun Tumada-La Pili. Dan Wakatobi digugat oleh paslon petahana, Arhawi-Hardin Laomo. (cr6/iis)

Facebook Comments