BNNP Sultra Musnahkan 678 Gram Sabu Hasil Tangkapan Seorang Pengedar

32
Paket sabu-sabu yang dimusnahkan di mesin incenerator. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra), memusnahan narkoba jenis sabu-sabu seberat 678,12 gram.

Sabu-sabu merupakan barang bukti dari seorang tersangka berinisial LDS alias F (31), dimusnahkan menggunakan mesin incenerator di halaman BNNP Sultra, Senin (22/2).

Kepala BNNP Sultra Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Sabaruddin Ginting menuturkan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan yang pertama dilakukan di tahun 2021.

“Jumlah barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari tersangka sebanyak 713,12 gram. Yang dimusnahkan hari ini (kemarin, red) sebanyak 678,12 gram, sisanya 35 gram untuk keperluan laboratorium dan persidangan, ” terang Sabaruddin di sela-sela kegiatan pemusnahan.

Sabaruddin menuturkan pemusnaan barang bukti bertujuan mencegah terjadinya penyalahgunaan.

Selain itu, kata dia, ini merupakan proses penyidikan, barang bukti yang telah mendapat ketetapan status dari Kejaksaan Negeri wajib segera dimusnahkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pemusnahan ini merupakan upaya kita dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan peredaran gelap narkoba, ” ujar Sabaruddin.

Diberitakan, pengungkapan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dengan tersangka LDS berawal dari informasi masyarakat.

Dilaporkan, adanya transaksi narkoba jenis sabu-sabu di Jalan Patimura Kelurahan Watulondo Kecamatan Puwatuu Kota Kendari.

Menindaklanjuti laporan itu, pihak BNNP Sultra menangkap tersangka LDS di lokasi yang dimaksud pada Jumat (5/2) sekitar pukul 06.00 Wita.

Pelaku yang bekerja sehari-hari menjual ikan ini ditangkap saat sedang mengambil tempelan paket sabu.

Alasan ekonomi, pelaku sudah 4 kali melakukan aksinya sejak tahun 2020. Disebutkan, tersangka diduga dikendalikan seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari.

Pihak BNNP Sultra berkoodinasi dengan pihak Lapas masih melakukan pengembangan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (cr2/man)

Facebook Comments