Wagub Minta 4 Daerah Rawan Bencana Siaga Penuh

68
Lukman Abunawas. (FOTO: FAYSAL/BKK)

KENDARI, BKK- Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas mengimbau masyarakat waspada gelombang tinggi dan angin kencang, yang diperkirakan terjadi hingga 12 Februari mendatang.

Orang nomor 2 di Bumi Anoa ini mengatakan, Selasa (19/1), imbauan ini sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima.

Selain itu, Lukman juga menyampaikan kepada daerah-daerah yang rawan bencana agar tetap waspada.

Terutama daerah rawan bencana banjir, seperti, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim), Konawe Utara (Konut).

“Untuk siaga bencana kita sudah sampaikan kepada masing-masing pemerintah daerah (pemda),” ungkapnya.

Menurut dia, pemprov telah menyiapkan anggaran siaga bencana setiap tahunnya, untuk penanganan dan penanggulangan pascabanjir serta pencegahan bencana.

“Jadi kita ada dana tanggap darurat dengan nilainya di atas Rp2 miliar,” paparnya.

Cuaca Ekstrem Meningkat

BMKG dalam keterangan resminya memperingatkan cuaca ekstrem yang akan meningkat selama periode puncak musim hujan yang akan berlangsung hingga Februari.

“Untuk itu, BMKG terus meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode puncak musim hujan ini,” ujar Deputi Bidang Klimatologi Herizal, mengutip keterangan resmi, Selasa (19/1).

“Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 94% dari 342 zona musim telah memasuki musim hujan,” kata Dwi di Jakarta.

Kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya Monsun Asia yang ditandai dengan semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Karimata, diperkuat oleh pengaruh hadirnya gelombang atmosfer ekuatorial tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini aktif di wilayah Indonesia.

Kehadiran MJO tersebut dapat ber-superposisi dengan penguatan Monsun Asia yang dapat pula disertai munculnya fenomena seruakan dingin (cold surge) di Laut Cina Selatan.

Selain itu, teramati beberapa sirkulasi siklonik di selatan Indonesia dan utara Australia yang menyebabkan terbentuknya belokan, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) sehingga meningkatkan pertumbuhan gugus awan supercell yang berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi.

Sejalan dengan itu, BMKG menerbitkan daftar wilayah yang mesti waspada cuaca ekstrem mulai 18-24 Januari 2021. Di dalamnya ada Sulawesi Tenggara. (cr3/iis)

Facebook Comments