Polisi yang Tewas Digilas Truk Lagi Mengurus untuk Ikut Sekolah Perwira

283
Lokasi tempat kejadian kecelakaan. (FOTO: SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Nasib tragis dialami petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Kandai, Andika Gustian (45). Ia tewas dalam kecelakaan lalu lintas, Senin (18/1), saat sedang mengurus berkas untuk mendaftar sekolah perwira yang disebut SIP (Sekolah Inspektur Polisi).

Peristiwa terjadi dalam perjalanan pulang dari Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), hendak kembali ke kantornya di Polsek Kandai. Ia mengambil jalan pintas lewat Jembatan Teluk Kendari (JTK).

Ia mengalami kecelakaan di bilangan Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia Kota Kendari, sekitar pukul 14.50 Wita.

Rudy Haedar, salah seorang saksi mata yang ditemui wartawan di lokasi kejadian menuturkan, korban dan mobil truk berada dalam satu jalur, dari arah yang sama.

“Dia (korban) mau menyalip mobil truk dari kanan, ada anak kecil dari depan. Dia coba hindari, tapi tergelincir dan jatuh,” kata Rudy.

Saat terjatuh, lanjut Rudy, korban terlindas truk dan mengalami luka di bagian kepala.

“Tadi saya kasih balik (badannya), banyak keluar darah dari kepala. Almarhum sudah meninggal dunia,” ungkap Rudy.

Di tempat yang sama, salah satu warga yang ingin identitasnya dirahasiakan mengatakan, korban masih berpakaian lengkap anggota polisi dan mengenakan ransel.

Ia juga mengungkapkan, sopir truk langsung diarahkan warga untuk menyerahkan diri ke kantor polisi setelah kejadian tersebut.

“Sopir truk ini kasihan tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba bunyi ban belakangnya. Dia berhenti, dia lihat itu ada yang jatuh (korban),” bebernya.

“Korban tinggal di BTN Rezky III. Tadi dia (korban) dilihat pulang balik 2 kali di jalan ini (sebelum kejadian),” tambahnya.

Dari pantauan wartawan koran ini si sopir dan mobil truk diamankan di Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia.

Korban lulusan sekolah bintara polisi, kelahiran 17 Agustus 1976. Ia belum lama naik pangkat aiptu.

Polri baru-baru ini membuka tes penerimaan SIP. Senin (18/1) pagi, korban meminta izin mengurus berkas di Polres dan Polda. Hari itu sebenarnya hari piket korban di Polsek Kandai.

Begitu urusan beres, dia bergegas kembali ke kantornya untuk menjalankan piket. Namun, ia tidak sampai untuk selama-lamanya.

Informasi yang dipetik dari lingkungan keluarganya, korban akan dimakamkan di kampung halamanya di Tanah Toraja (Tator). (cr2/iis)

Facebook Comments