Polda Amankan Setengah Kilo Sabu-Sabu dari Jaringan Kalimantan

84
Para tersangka dan barang bukti saat diamankan polisi. (FOTO:IST)

KENDARI, BKK- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap YU (38) diduga seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu jaringan dari Kalimantan.

Pria tersebut, ditangkap di Desa Konda Satu Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (16/1) sekitar pukul 16.45 Wita. Darinya polisi menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 590 gram.

Hasil pengembangan kasus, polisi di tempat berbeda juga menangkap 2 tersangka lain, berinisial HE dan AR.

Keduanya ditangkap di Jalan MT Haryono Lorong Hikman 2 Kelurahan Lalora Kecamatan Kambu Kota Kendari, Sabtu (16/1).

Direktur Resnarkoba Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) M Eka Faturrahman menuturkan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat.

Dilaporkan, sering terjadi peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kelurahan Konda Satu Kecamatan Konda Kabupaten Konawe.

“Atas informasi itu, tim melakukan penyelidikan di daerah tersebut. Tidak lama kemudian, tim melihat seseorang mencurigakan mengendarai motor sedang mengambil tempelan sabu-sabu di semak-semak,” beber Eka pada wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (16/1).

“Saat itulah tim menangkap seorang pengedar YU dan mengamankan 5 bungkus sabu-sabu seberat 590 gram,” tambah Eka.

Eka mengatakan, hasil pengembangan, polisi mengamankan 2 orang yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika, masing-masing berinisial HE dan AR.

“Dua orang ini kami tangkap di sekitaran Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari dan ditemukan 2 saset sabu-sabu seberat 1,70 gram,” ungkap Eka.

Lanjut Eka, target ini mengedarkan sabu-sabu dengan cara mengambil tempelan dan mendapat upah.

“Jaringannya diduga dari Kalimantan. Hasil interogasi, tersangka YU sudah 10 kali mengambil tempelan sabu-sabu. Nanti pengambilan ke-10 ini baru tertangkap,” ujar Eka.

“Sebelumnya tempelan sabu-sabu yang diambil rata-rata beratnya 200 gram,” lanjut Eka.

Lebih lanjut Eka mengatakan, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara. (cr2/iis)

Facebook Comments