Pernah Bunuh Istri, Bakar Rumah, Sekarang Bacok Iparnya Lagi, Kapan Tobatmu?

198
Tersangka AK (duduk) saat diamankan di Polsek Abeli. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Pria paruh baya, AK alias BN (54) warga Kelurahan Petoaha Kecamatan Abeli Kota Kendari ditangkap polisi, Rabu (13/1), karena membacok iparnya. Ia baru satu tahun keluar dari penjara perkara membakar rumah. Ia juga pernah dipenjara sebelumnya karena membunuh istrinya pada 2006.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Abeli Inspektur Polisi Satu (Iptu) Muh Ady Kesuma SH membeberkan, penganiayaan terjadi pada Minggu (10/1) sekitar pukul 17.30 Wita.

Saat itu, kata Ady, pelaku pulang ke rumah usai mengkonsumsi minuman keras (miras), sementara korban membersihkan rumput menggunakan pacul di depan rumah.

“Saat itu ada istri korban dan tetangganya 1 orang. Pelaku masih dalam pengaruh minuman keras mendatangi korban (sambil) membawa parang,” beber Ady, Rabu (13/1), saat ditemui di Polsek Abeli.

“Dari arah belakang kanan korban, pelaku mengayunkan parang ke leher korban. Beruntung, istri korban yang ada di situ melihat dan berteriak, sehingga korban balik (badan) dan menangkis menggunakan tangan kanannya, ” tambah Ady.

Ady mengungkapkan, korban berusaha melakukan perlawanan dengan pacul yang dipegang, dan pelaku kembali mengayunkan parang sehingga mengenai tangan korban lagi.

“Pada saat itu ada tetangga korban melerai, mendorong badan korban dan menyuruhnya lari. Belum sempat lari, pelaku kembali menebas korban dan kembali mengenai tangan kanan korban,” ungkap Ady.

“Akibat kejadian itu, korban mengalami 3 luka robek di tangannya. Dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Ady melanjutkan, setelah kejadian tersebut pelaku sempat melarikan diri.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pencarian dan menangkap pelaku di tempat persembunyiannya, tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Pelaku ini memang residivis tindak kejahatan. Dia pernah membakar rumah, baru 1 tahun bebas. Bahkan istrinya sendiri pada 2006 lalu dia bunuh,” ungkap Ady.

Menurut Ady, motif pelaku menganiaya iparnya karena dendam.

“Dari pengakuannya, pelaku ini dendam karena pernah dikeroyok oleh korban,” beber Ady.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 354 ayat (1) subsider pasal 351 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), subsider pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan, ancam pidana 8 tahun penjara. (cr2/iis)

Facebook Comments