Dugaan Pencabulan, Kepala SMA 9 Kendari Resmi Dilaporkan ke Polres

173

KENDARI, BKK- Aslan, Kepala SMA Negeri 9 Kendari resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan pencabulan anak di bawah umur, yang dilakukan sewaktu menjabat Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO).

Seorang remaja putri berinisial ZA (20) didampingi kuasa hukumnya, Senin (31/1), melaporkan Aslan ke Kepolisian Resor (Polres) Kendari. Dengan pengaduan nomor B/31/1/2021/reskrim.

Dugaan pencabulan yang dilaporkan terjadi pada 1 November 2017 sekitar pukul 19.30 Wita, saat itu korban masih berusia 16 tahun.

Kuasa Hukum Korban Zul Jalal menuturkan, dugaan pencabulan dilakukan terlapor saat menjabat sebagai Kepala SKO.

Saat itu, kata Zul, korban diutus oleh sekolahnya untuk mewakili SKO dalam kejuaraan tenis meja.

“Saat latihan, terlapor memanggil korban di ruang pribadi kepala sekolah. Di ruangan itu, terlapor ini mendekati korban dan diduga melakukan pelecehan,” ujar Zul saat ditemui di Polres Kendari, Senin (11/1).

Setelah kejadian itu, kata Zul, kliennya lari ketakutan mencari sepupunya yang ikut latihan di sana.

Korban, sambung dia, menceritakan kejadian tersebut kepada sepupunya dan meminta ditemani langsung melaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Ranomeeto.

“Sepupunya saat itu menyuruh pulang dulu istirahat. Jadi kasus waktu itu tidak sampai dilaporkan ke polisi karena proses perdamaian antarkeluarga,” ungkap Zul.

Belakangan, Aslan menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Kendari kasus dugaan pencabulan mencuat, aksi penolakan terjadi.

Di tempat yang sama,  korban ZA mengatakan, dirinya mengetahui lewat media bahwa terlapor tidak pernah mengakui perbuatannya. Hal tersebut membuat korban dan orangtuanya tersinggung.

“Kasus itu telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dia (Aslan) berbicara di media tidak mengakui kesalahannya, saya tidak terima itu, begitu juga dengan keluarga. Makanya saya melapor ke polisi,” kata korban saat ditemui wartawan di Polres Kendari.

Untuk menguatkan laporannya, korban didampingi kuasa hukumnya menyiapkan sejumlah barang bukti untuk memperkuat laporan kasus dugaan pelecehan tersebut. (cr2/iis)

Facebook Comments