DPRD dan Pemkab Konsel Tetapkan 7 Perda

51
Nadira SH saat menyerahkan dokumen pandangan akhir fraksi-fraksi.

ANDOOLO, BKK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) menetapkan tujuh rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (Perda) melalui rapat paripurna, Jumat (22/1).

Penetapan Raperda menjadi Perda tersebut, Ketua fraksi PAN DPRD Konsel Nadira ditunjuk sebagai juru bicara (Jubir) fraksi-fraksi.

Ketua DPD PAN Konsel itu menyampaikan tujuh Raperda yang ditetapkan, yakni tentang penanggulangan coronavirus disease (covid-19) di Konsel bahwa sebagai salah satu bencana non-alam, perlindungan masyarakat dilakukan pada fase atau situasi tidak terjadi bencana, yaitu dengan tindakan pencegahan dan mitigasi.

Kedua Raperda pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah yaitu perlu adanya sinkronisasi program dan kegiatan rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah (RKA-SKPD). Ketiga Barang milik Daerah yaitu untuk melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya, dalam bentuk database spasial, dilengkapi dengan koordinat geografi objek.

Keempat lahan pertanian pangan berkelanjutan yaitu penetapan lahan pertanian pangan, sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan harus dilakukan dengan melihat kondisi eksisting, yang meliputi perencanaan luas baku lahan, sebaran lokasi lahan pertanian pangan berkelanjutan dan kegiatan penunjangnya.

Kelima pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana yaitu perancangan program kampung KB harus mendapatkan intervensi/perlakuan yang berbeda dengan kampung Non-KB, utamanya dalam menciptakan ketahanan kekuarga, pemberdayaan keluarga dan pada kegiatan lintas sektor lainnya.

Keenam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yaitu membangun sarana dan prasarana dan sumber daya manusia, pusat informasi dan edukasi tentang penanggulangan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

“Terakhir Raperda pencegahan perkahwinan pada usia anak, yaitu pemkab konsel dalam upaya penerapan kebijakan pencegahan perkahwinan pada usia anak harus mensinergikan dan mempertimbangkan kearifan lokal sebagai masukan dalam perancangan kebijakan daerah,” tutup dari politisi PAN tersebut.

Dikesempatan itu, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih karna dalam masa Pendemi Covid-19 dan Pilkada Konsel 2020 lalu, Pemkab dan DPRD Konsel telah berhasil mengeluarkan 7 Perda.

“Saya berterima kasih kepada mitra kerja DPRD Konsel yang telah bekerja keras untuk malakukan pembahasan ketujuh Ranperda dengan baik dan lancar, sehingga saat ini bisa disetujui untuk ditetapkan menjadi Perda. Ketujuh Perda ini sangat penting dan strategis untuk pelaksanaan pemerintahan kabupaten Konsel,” jelasnya. (ril/nan)

Facebook Comments