5 Hari Setelah Vaksinasi, Ini yang Dirasakan Wali Kota Sulkarnain

62
Wali Kota Kendari menerima vaksin perdana pada 14 Januari lalu.

Menanggulangi penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia dilakukan vaksinasi di sejumlah daerah, termasuk Kota Kendari. Sebanyak 3.400 tenaga kesehatan (nakes) disuntik vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

LAPORAN: MITA, KENDARI.

Banyak yang meragukan vaksin ini karena efikasinya hanya 65%. Wawancara dengan juru bicara (jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Kendari yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kendari dr Algazali Amirullah mengatakan, manfaat vaksin bisa membentuk antibodi dalam tubuh.

“Vaksin Sinovac sudah melalui Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau efektifitas obat itu sudah melalui tahap uji klinis dari fase 1, 2, dan 3, sehingga sudah layak diberikan. Jadi, pasti sudah oke,” menurut Algazali Amirullah.

Efek samping Sinovac berdasarkan uji klinis dari BPOM, kata dr Algazali, hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang.

“Yaitu efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan yang tidak bahaya. Serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue (kelelahan), yang dapat pulih kembali keesokan harinya pascapemberian,” jelasnya.

Ia melanjutkan, vaksin sebenarnya bukan sebagai obat, melainkan untuk memberikan kekebalan kepada manusia.

Adapun kemunculan vaksin terjadi karena 2 hal. Pertama, papar dia, secara alamiah, misal, saat ini sedang pandemi, itu bisa saja timbul secara alamiah dalam tubuh manusia.

“Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kemenkes RI perihal proses vaksinasi, para peserta vaksinasi terlebih dahulu dilakukan screening untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid (penyakit penyerta) atau tidak. Jika peserta vaksinasi terindikasi memiliki komorbid, maka akan diarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu diberikan surat rujukan untuk selanjutnya dirujuk ke RS.”

“Bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama. Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang, melainkan harus menunggu selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping atau tidak. Jika vaksinasi tahap pertama selesai, nanti peserta akan diimunisasi lagi 2 minggu kemudian. Dan nanti dievaluasi hasilnya. Kalau berhasil maka akan dilakukan vaksinasi secara massal,” bebernya.

Penerima vaksin Sinovac pertama di Kota Kendari yakni Wali Kota Kendari H Sulkarnain. Ia mengungkapkan, Senin (18/1), saat dirinya divaksin pada 14 Januari lalu dirinya tak merasakan apa pun.

Bahkan, menurut dia, suntikan itu tidak ada rasa sakit seperti saat dirinya disuntik untuk donor darah.

“Saya tidak rasa apa-apa, lebih terasa saat disuntik donor darah. Belum ada efek yang saya rasakan 5 hari lalu saya divaksin. Mungkin reaksinya belum. Karena kan ini waktunya sampai 2 minggu harus divaksinasi lagi,” tutup Sulkarnain, kemarin. (*)

Facebook Comments