THE HALUOLEO INSTITUTE Umumkan Hasil Survei Pilkada Konsel, Wakatobi, dan Muna

1.627
Naslim Sarlito Alimin.

Kendari, BKK- Salah satu lembaga survei yang resmi terdaftar di komisi pemilihan umum (KPU), The Haluoleo Institute, merilis hasil survei pada November untuk 3 daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Yaitu Kabupaten Konawe Selatan, Muna, dan Wakatobi.

Survei berfokus pada tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan calon (paslon) bupati di 3 daerah tersebut.

Direktur Direktur Eksekutif The Haluoleo Institute Naslim Sarlito Alimin dalam konferensi pers di Kota Kendari mengatakan, Selasa (1/12), melihat peluang pada 3 daerah tersebut, posisi incumbent masih memiliki peluang lebih besar dibanding penantang.

Pilkada Konsel

Secara rinci dipaparkan, survei di Konsel menunjukkan paslon petahana Surunuddin Dangga-Rasyid unggul jauh dari 2 paslon penantang.

Surunuddin-Rasyid memperoleh elektabilitas 61,1%, Muh Endang-Wahyu Ade Pratama Imran 14,8%, dan Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae 13,2%.

“Pada uji pasangan calon yang dilakukan, tingkat keterpilihan Surunuddin-Rasyid mendominasi elektabilitas pasangan calon lainnya dengan kuat. Dan, menyisakan nilai swing voters yang cukup kecil untuk diperebutkan yaitu 10,9%,” terangnya.

Adapun perbandingan tingkat popularitas dan kesukaan terhadap masing-masing kandidat bupati, Surunuddin memimpin. Bupati petahan ini memiliki popularitas 99,3% dan kesukaan 81,2%. Popularitas Endang 84,5% dan kesukaan 68,3%. Sedangkan, popularitas Rusmin 74,5% dan kesukaan 63,1%

Di level wakil bupati, Rasyid memperoleh popularitas 80,2% dan kesukaan 79%. Diikuti Senawan yang memiliki popularitas 62,5% dan kesukaan 67,76%. Teakhir, Wahyu memiliki popularitas 60,7% dan kesukaan 68,9%.

Pilkada Muna

Di Pilkada Muna, paslon incumbent atau petahana LM Rusman Emba-Bachrun unggul telak 62,7% atas penantang paslon LM Rajiun Tumada-La Pili yang hanya memperoleh 31,1%. Adapun swing voters atau yang belum menentukan pilihan sebesar 6,2%.

Naslim menyebut, bila dilihat dari tingkat popularitas dan kesukaan dari masing-masing kandidat, Rusman juga memimpin. Rusman memiliki popularitas 99,8% dan kesukaan mencapai 80,6%.

Sementara, Rajiun memperoleh popularitas 95,9% dan kesukaan mencapai 72,5%.

Di level wakil bupati, La Pili memiliki popularitas 93,4% dan kesukaan 73,7%. Sedangkan, Bachrun memiliki popularitas 75,9% dan kesukaan 76,9%.

“Artinya, Bachrun kalah popularitas dari La Pili, namun unggul pada tingkat kesukaan masyarakat Muna,” jelasnya.

“Mengenai keinginan, sebanyak 65% masyarakat Muna masih menginginkan incumbent. Masyarakat yang tidak menginginkan incumbent 28% dan tidak tahu 7%,” tambah Naslim.

Pilkada Wakatobi

Beralih ke Pilkada Wakatobi, paslon petahana Arhawi-Hardin Laomo unggul 51,9% dibanding paslon penantang Haliana-Ilmiati Daud yang memperoleh 42,7%. Dengan swing voters 5,4%.

Naslim mengungkapkan, Arhawi juga unggul dari segi popularitas dan kesukaan pada masing-masing kandidat. Yaitu memiliki 98,9% popularitas dan 75,9% kesukaan.

Halian memiliki popularitas 94,3% dan kesukaan 79,3%.

“Artinya, Haliana lebih disukai daripada Arhawi,” jelasnya.

Di level wakil bupati, popularitas Ilmiati mencapai 93,9% dan kesukaan 78,9%. Bahkan Ilmiati lebih disukai daripada Arhawi.

Sementara, popularitas Hardin mencapai 81,8% dan tingkat kesukaan 73,3%.

“Popularitas Arhawi, Haliana, dan Ilmiati Daud dan Hardin Laomo dalam kategori yang sangat tinggi yaitu lebih dari 80% dengan angka kesukaan lebih dari 70%,” kata Naslim.

Kemudian, sambung dia, sebanyak 49,3% masyarakat Kabupaten Wakatobi menyatakan menginginkan kembali Arhawi menjabat kembali sebagai bupati periode selanjutnya.

Waktu Survei

Naslim Sarlito Alimin lebih jauh menerangkan, survei Wakatobi 13-16 November 2020, Pilkada Muna dilakukan 20-26 Oktober 2020, dan Konsel dilaksanakan pada 23-27 November 2020.

Metode survei menggunakan multistage random sampling, dengan jumlah responden masing-masing 440 untuk Muna dan Konsel. Sementara, Wakatobi memiliki 880 responden.

Survei menggunakan teknik wawancara yaitu tatap muka berikut kuesioner, dengan margin of errors 4,8% untuk Muna dan Konsel. Khusus Wakatobi, margin of errors 3,4%. Tingkat kepercayaan 95%. (p5/iis)

Facebook Comments