Petahana yang Menang dan Tumbang di Quick Count Pilkada 2020

389

KENDARI, BKK- Hasil quick count Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember lalu menunjukkan para calon kepala daerah petahana yang menang dan tumbang dalam kontestasi 5 tahunan tersebut.

Quick count atau hasil hitung cepat merupakan metode pengamatan, pencatatan, dan analisa yang dilakukan oleh lembaga survei yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menggelar pilkada dengan menghitung persentase hasil C1 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai sampel perhitungan.

Selain itu, beberapa pasangan calon (paslon) juga turut merilis hasil quick count dari Formulir C1 yang berisi rekapitulasi perhitungan suara di tingkat TPS yang dikumpulkan oleh para saksi masing-masing paslon.

Dari 7 daerah yang menggelar pemilihan di Sulawesi Tenggara (Sultra), lembaga survei merilis hasil quick countnya di Kabupaten Muna, Wakatobi, Konawe Selatan (Konsel), dan Kolaka Timur (Koltim). Selebihnya merupakan perhitungan dari tim pemenangan pribadi pasangan calon.

Di Kabupaten Konsel, terdapat 2 versi. Yakni versi lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) dan versi quick count paslon bupati dan wakil bupati Konsel nomor urut 3, Muhammad Endang SA dan Wahyu Ade Pratama.

PPI merilis quick count dengan perhitungan bahwa pasangan petahana, yakni Surunuddin Dangga-Rasyid (nomor urut 2) unggul tipis dengan perolehan suara 45,09%. Sementara Endang-Wahyu menyusul dengan 42,84%. Sedangkan nomor urut 1, Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae, hanya mendapat 12,07%.

Di lain pihak, Muhammad Endang SA, di kediamannya di Kendari, Rabu malam (9/12), mengklaim memenangkan pilkada berdasarkan Formulir C1 yang pihaknya kumpulkan dari 632 TPS. Endang menyebutkan, unggul dengan 42% suara. Sedangkan Surunuddin-Rasyid mendapat 39% suara dan Rusmin-Senawan dengan 19% suara.

“Yang jelas, kami sudah mengumpulkan form C1 di hampir 632 TPS di Konsel. Berdasarkan itu, maka pasangan Endang-Wahyu memenangkan pilkada Konsel di dapil 1 dan 2. Sementara hasil perhitungan di dapil 3 dan 4 itu belum final. Tetapi saya minta kepada senior saya Pak Surunuddin untuk menahan diri dan memberikan kesempatan kepada KPU untuk menyelesaikan tugasnya,” ujar Endang.

Kabupaten Wakatobi, petahana dinyatakan tumbang oleh hasil quick count 2 lembaga survei yang berbeda. Lembaga survei The Haluoleo Institute (THI) merilis hasil quick count dengan perhitungan bahwa penantang petahana, Haliana-Ilmiati Daud (nomor urut 2) unggul dengan perolehan suara 51,5%. Sementara pasangan petahana, Arhawi-Hardin Laomo (nomor urut 1) mendapat 48,5%.

Begitu pula hasil quick count yang dirilis lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI). Paslon nomor urut 1 mendapat perolehan suara 48,57%. Sedangkan nomor urut 2 unggul dengan 51,43%.

Di Bumi Sowite, THI merilis quick count dengan pasangan petahana Rusman Emba-Bachrun Labuta unggul atas 53,9% suara. Penantangnya, Rajiun Tumada-La Pili mendapat 46,1% suara.

Lembaga survei INDex Indonesia, di Pilkada Kolaka Timur (Koltim), menyatakan bahwa pasangan Samsul Bahri-Andi Merya Nur unggul atas hasil hitung cepat dengan perolehan 52,52% suara. Adapun pasangan petahana yakni Tony Herbiansyah-Baharuddin, selisih tipis dengan perolehan 47,48% suara.

Klaim kemenangan mengalahkan petahana, juga terjadi di Kabupaten Buton Utara (Butur). Berdasarkan hitungan internal paslon penantang, yakni Ridwan Zakariah-Ahali, pihaknya memenangkan pilkada dengan perolehan suara 38,41%. Sedangkan paslon petahana, Abu Hasan-Suhuzu mendapat 32,40% suara. Paslon lainnya, yakni Aswadi Adam-Fahrul Muhammad mendapat 29,19% suara.

Calon bupati petahana, Ruksamin, langsung sujud syukur usai dinyatakan unggul dalam quick count Pilkada Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang diumumkan oleh tim kampanyenya. Kemenangan tersebut diklaim berdasarkan hasil tabulasi suara di TPS se-Kabupaten Konut.

Ketua Tim Pemenangan Ruksamin-Abu Haera, Sudiro mengumumkan perolehan suara sebanyak 24.505 suara atau 56,75%. Sementara penantangnya, Raup-Iskandar Mekuo mendapat 18.677 suara atau 43,25%.

Satu-satunya calon petahana yang tidak pecah kongsi dengan wakilnya dari periode pertama, Amrullah-Andi Muh Lutfi, mengklaim memenangkan Pilkada Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Pihaknya merilis hasil quick count dengan perolehan suara jauh unggul dari 3 paslon penantangnya.

Amrullah-Lutfi disebut mendapatkan perolehan suara 51,6%. Sedangkan penantangnya, masing-masing Abdul Halim-Untung Taslim mendapat 28,8% suara, Musdar-Ilham Jaya dengan 18,6% suara, dan Oheo Sinapoy Muttaqin Siddiq mendapat 0,9% suara.

Real Count Versi Sirekap KPU

Komisi Pemilihan Umum menyediakan link yang dapat diakses publik untuk memantau hasil perhitungan suara pilkada 2020. Data yang ditampilkan merupakan data hasil formulir Model C.Hasil-KWK yang dikirim oleh KPPS melalui aplikasi Sirekap.

Kendati demikian, data yang ditampilkan pada menu hitung suara bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Pilkada Kabupaten Muna, hasil Sirekap sementarayang terkumpul dari 151 TPS, pasangan petahana Rusman-Bachrun total perolehan suara 24.903 suara atau 53,4%. Sementara penantangnya, Rajiun-La Pili menyusul dengan angka 21.758 suara atau 46,6%.

Konsel, calon petahana Surunuddin-Rasyid masih unggul dengan perolehan 26.170 suara atau persentase suara 46,2%. Sementara penantangnya, Endang-Wahyu mendapat 23.551 suara (41,6%) dan Rusmin-Senawan 6.951 suara (12,3%). Data merupakan himpunan 212 TPS dari total 632 TPS di Konsel.

Kabupaten Wakatobi, duel head to head seimbang dengan presentase masing-masing 50%. Calon petahana, Arhawi-Hardin mendapat total 16.255 suara. Sedangkan Haliana-Ilmiati mendapat 16.252 suara. Data yang masuk yakni himpunan atas 146 TPS dari total 274 TPS.

Konut, paslon petahana Ruksamin-Abu Haera, melambung tinggi dengan perolehan suara 18.061 (56,4%). Sedangkan penantangnya, Raup-Iskandar mendapat 13.966 suara (43,6%) atas 150 data TPS yang masuk dari total 199 TPS.

Selanjutnya Butur, presentase sirekap menunjukkan pasangan Ridwan Zakariah-Ahali unggul dengan total perolehan 3.108 suara (38,5%). Sementara calon petahana, Abu Hasan-Suhuzu menyusul dengan angka 2.672 suara (33,1%). Penantang lainnya, Aswadi-Fahrul Muhammad mendapat 2.296 suara (28,4%). Namun, Sirekap menghitung baru 33 TPS yang masuk dari total 170 TPS wilayah setempat.

Untuk Koltim, calon petahana Tony Herbiansyah-Baharuddin kalah unggul dari pesaingnya, dengan hanya mendapat 21.700 suara (47,3%). Sedangkan paslon Samsul Bahri-Andi Merya mendapat 21.214 suara (52,7%). Data berasal dari rekap 186 dari 303 TPS.

Terakhir, Konkep, petahana Amrullah-Lutfi unggul dengan 5.168 suara (49,9%). Menyusul penantangnya, Abdul Halim-Untung Taslim mendapat 3.667 suara (35,%). Kemudian Musdar-Ilham Jaya dengan perolehan 1.472 suara (14,2%) dan Oheo Sinapoy-Muttaqin Siddiq dengan total 60 suara (0,6%). Data terhimpun atas 45 dari 101 TPS.

Hasil quick count yang tersebar bukan merupakan hasil final. Merujuk pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020, penetapan hasil perhitungan suara tingkat kabupaten/kota dijadwalkan pada 17 Desember 2020.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, usai pemungutan dan perhitungan suara di TPS 9 Desember lalu, maka turut dilaksanakan penyampaian hasil perhitungan suara dari KPPS kepada PPS.

“Selanjutnya sejak tanggal 9-11 Desember, itu penyampaian hasil perhitungan suara di TPS oleh PPS kepada PPK. Rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kecamatan oleh PPK dimulai sejak 10-14 Desember,” ujar dia.

Kemudian, sambung dia, pada 10-16 Desember, dilakukan penyampaian rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kecamatan oleh PPK kepada KPU Kabupaten penyelenggara pilkada.

“13-17 Desember, yakni rekapitulasi hasil perhitungan suara sekaligus penetapan hasil atas itu,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Ojo itu menjelaskan, jika hasil pleno perhitungan suara telah diumumkan, maka diberikan kesempatan selama 3×24 jam kepada paslon ataupun pihak lainnya yang merasa keberatan atas keputusan perhitungan suara di KPU untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Penetapan paslon terpilih, tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan, paling lama 5 hari setelah MK secara resmi memberitahukan permohonan yang teregistrasi dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) kepada KPU. Sebagai dasar bahwa pada daerah yang bersangkutan tidak terjadi perselisihan hasil pemilihan.

Adapun pasca putusan MK, paling lama 5 hari setelah salinan penetapan, putusan dismissal atau putusan MK diterima oleh KPU. Tahapan dan jadwal penyelesaian perselisihan hasil pemilihan menyesuaikan sengketa di MK. (p5/iis)

Facebook Comments Box