Musdalifah, Lulusan Terbaik USN Kolaka dengan IPK 3,95

1.819
Musdalifah bersama ibunya, Sitti Faridah. 

KOLAKA,  BKK – Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN) merupakan universitas yang berkedudukan di kabupaten/kota, Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kabupaten Kolaka. Meskipun berstatus Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) di Indonesia, namun lulusan-lulusan kampus dengan julukan kampus Merah Marun itu banyak yang berprestasi.

Salah satunya, wisudawati atas nama Musdalifah, dengan IPK 3,95. Mahasiswa Pertanian Program Studi Peternakan ini menjadi lulusan terbaik di wisuda angakatan IX USN Kolaka Program Sarjana dan Diploma dengan masa studi tersingkat yakni 3 tahun 5 bulan.

Bagaimanakah sosok Musdalifah?

Lahir dari keluarga kurang mampu, ayahnya Muslimin meninggal di usia saat Musdalifah masih duduk di bangku kelas lima Sekolah Dasa. Musdalifah atau akrab dipanggail Ifa ini, setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 1 Bulupoddo Kabupaten Sinjai Sulsel, kemudian melanjutkan pendidikan Strata Satu (1) di Universitas SembilanBelas November Kolaka dengan Program Studi Peternakan di Fakultas Pertanian pada 2016.

Sementara ibunya Sitti Faridah setelah suaminya Muslimin wafat, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan kondisi membesarkan Ifah seorang diri, membuatnya harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengajar sebagai guru mengaji di masjid kampung halamannya.

Ifah di mata keluarga terutama ibunya, adalah anak yang rajin dan penurut kepada orang tuanya, dari kecil memang terkenal anak yang pintar di sekolahnya. Bahkan sampai di perguruan tinggi ia sering mengikuti perlombaan di antaranya lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat provinsi, dan mendapatkan juara 2 pada lomba debat mahasiswa peternakan Se-Indonesia Timur yang diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia atau ISMAPETI di Universitas Sulawesi Barat.

“Alhamdulillah saya senang sekaligus bangga, bisa mendapatkan pencapaian seperti ini, ini semua berkat keluarga terutama ibu saya, dosen, dan teman-teman serta semua orang yang pernah menjadi guruku. Ada pun dengan IPK ini saya harus menjalankan tanggung jawab, akan apa yang saya dapatkan ke depannya,” ucapnya usai prosesi Wisuda di Gedung Auditorium Kampus USN Kolaka, Selasa (1/12).

Ibu Ifah, Sitti Faridah sangat terharu dengan pencapaian anaknya itu. Ia berharap Ifah bisa menjadi sosok anak yang berbakti kepada orang tua, dan berbakti kepada nusa dan bangsa.

“Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah swt,  kedua saya turut merasa bangga dengan prestasinya, dan mudah-mudahan selanjutnya dia akan menjadi anak yang baik dan berbakti kepada nusa dan bangsa. Harapan saya agar dia bisa menjadi anak yang dapat dibanggakan orang tua dan keluarga dan khususnya membanggakan Universitas Sembilanbelas November,” ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Dekan Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan (FPPP) USN Kolaka Syahrir Sahaka turut mengapresiasi atas pencapaian anak didiknya itu. Dia menuturkan, selama belajar di Fakultas pertanian memang mahasiswa diajarkan agar menjadi mahasiswa yang produktif. Selama ini, selain diajarkan teoritis, mahasiswa  juga dibekali ilmu lapangan yang mumpuni.

“Pertama, selain sistem pelajaran yang sudah memang ditentukan, juga kita lakukan ekstra belajar dengan tambahan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di luar waktu kuliah. Jadi bisa melalui kelompok-kelompok studi, penasihat-penasihat akademik mereka bimbing khusus. Wisudawan terbaik ini, kita harapkan juga terbaik untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan background pendidikanny,” terangnya.

Mantan Wakil Rektor II USN Bidang Keuangan ini sangat menekankan kepada mahasiswanya agar jangan selalu berpikiran menjadi ASN. Menurut dia, kesuksesan di bidang pertanian saat ini sangat menjanjikan, mengingat mahasiswa merupakan agen of change bagi masyarakat khususnya di bidang pertanian.

“Di setiap yudisium saya selalu sampaikan bahwa jangan selalu tergantung pada lapangan pekerjaan menjadi PNS, formasi PNS itu sangat kecil, sangat sedikit, sedangkan jumlah lulusan itu sangat banyak. Malah saya beritahu sebelum jadi sarjana, pada saat mahasiswa, sudah bisa mulai usaha, apalagi kalau sudah sarjana, mereka bisa mandiri, tidak harus bekerja di instansi pemerintah atau di BUMN tetapi bisa menciptakan usaha menjadi manajer di usahanya sendiri,” kata Syahrir. (m5)

Facebook Comments