Lukman Abunawas Kecewa Kinerja OPD Baru 75%

128
Wagub Lukman Abunawas pose dengan para kepala ODP. (FOTO: FAYSAL/BKK)

KENDARI, BKK- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal rutin melakukan rapat evaluasi kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Kebijakan ini diambil karena kinerja OPD hingga akhir tahun ini baru mencapai 70% sampai 75%.

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra H Lukman Abunawas mengatakan, evaluasi ini guna melihat sejauh mana para OPD mengoptimalkan 5 program prioritas pembangunan 2018-2023.

Lima pilar yang dimaksud yakni, Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra Beriman dan Berbudaya, Sultra Produktif, dan Sultra peduli masyarakat miskin.

Lukman Abunawas memaparkan, evaluasi kinerja program para OPD dilaksanakan dalam rangka akhir tahun. Pasalnya, dilakukan banyak OPD dalam melaksanakan tugas tidak terukur.

“Saya dan pak Gubernur selalu tekankan untuk bekerja cepat dan cermat tetapi harus sesuai koridor yang ada. Di mana, kami duduk di kursi kepemimpinan sudah berjalan 2 tahun 3 bulan, tetapi sampai saat ini rata-rata OPD yang melakukan tugas dan kewenangannya sesungguhnya belum terkendali,” katanya di hadapan OPD, Selasa (15/12).

Dikatakan, saat ini telah dibentuk OPD-OPD yang menjadi penanggung jawab masing-masing pilar Sultra Emas, semua OPD akan terlibat di dalamnya.

“Jadi, dengan adanya perencanaan, masing-masing OPD akan melaksanakan tugas dengan terarah, artinya dia berdasarkan program-program perencanaan yang sesungguhnya. Kemudian pelaksanaanya akan terkendali,” ujarnya.

“Artinya, terkendali sesuai perencanaan yang telah disusun. Kemudian terukur, ketika dievaluasi dan diawasi betul-betul hasilnya. Kita tadi evaluasi (kinerja), hasilnya rata-rata 70% sampai 75% untuk kinerja para OPD mengakhiri tahun anggaran 2020. Di mana kinerja terbaik pada Dinas Pendidikan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan beberapa OPD lainya. Karena itu, perlu adanya manajemen pemerintahan yang efektif,” ucap orang nomor 2 di Bumi Anoa ini.

Dia bilang, manajemen pemerintahan dikenal dengan konsep perencanaan yang tepat dan cermat akan menghasilkan pelaksanaan yang tepat dan efektif. Kemudian, tambah dia, pelaksanaan efektif akan efisien bila dibarengi dengan pengawasan yang ketat.

“Jadi, di sini dilihat kinerja semua, bagaimana bisa tercapai bukan saja kepala OPD tapi seluruh ASN. Bila lemah pengawasan yang kita lakukan maka otomatis kinerja kita juga lemah. Karena itu kepala OPD harus lebih sering memanggil dan menegur stafnya bila memang ada pekerjaan yang harus dilakukan secara cepat sehingga mereka saling memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyukseskan 5 pilar yang dimaksud,” paparnya. (m3/iis)

Facebook Comments