Gegara Covid-19, Pemilihan BEM UHO Dilakukan Lewat Aplikasi Siakad

93
Gedung Rektorat UHO.

KENDARI, BKK – Gegara coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih mewabah, sebanyak 40 ribu mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) bakal memilih Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Ketua BEM Fakultas, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) menggunakan aplikasi Sistem Informasi Akademik (Siakad), pada Kamis (3/12).

Pelaksanaan Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (PEMIRA) UHO tahun ini agak berbeda. Itu disebabkan bertepatan dengan pandemi Covid-19.

Rektor UHO Prof Muh Zamrun Firihu menyebut, pemilihan ini sebagai implementasi Peraturan Rektor Nomor 853a, tentang Organisasi Kemahasiswaan UHO, yang dilakukan serentak di semua fakultas.

Ia menuturkan, dengan tujuan mewujudkan pendidikan demokrasi bagi mahasiswa, sehingga dapat memilih dan melahirkan pimpinan lembaga kemahasiswaan yang berkualitas, berintegritas, dan amanah.

“Selaku pimpinan universitas, saya sangat mengaharapkan PEMIRA yang berlangsung dari tahun ke tahun ini, dapat berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya, Selasa (1/12).

Ia juga menepis isu, bahwa pihak birokrasi kampus selalu menginterfensi hasil keputusan PEMIRA.

” Isu itu tidak benar adanya. Saya selaku rektor telah berkomitmen untuk tidak menginterfensi hak suara mahasiswa. Biarkan mekanisme berdemokrasi mahasiswa berjalan dengan baik. Saya juga sudah menginstruksikan kepada pejabat, tenaga pendidik, dan kependidikan UHO untuk tidak bermain-main dalam PEMIRA ini. Biarkan mahasiswa memilih sesuai hati nuraninya,” tandasnya.

Sementara, Ketua Panitia Kerja (Panja) PEMIRA UHO 2020 Laode Asfahyadin Aliddin mengatakan, seluruh tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan ini, baik Panja, Tim IT, MSOK, Panitera, KPURM, maupun BAWASRA, telah mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk menyukseskan PEMIRA kali ini.

“Kita sudah diberikan amanah oleh Rektor UHO, akan bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa adanya tendensi atau kepentingan pihak tertentu,” katanya.

Ia menyebut, PEMIRA dengan cara E-Voting ini sudah digelar kampus hijau itu sejak 2017 lalu. Namun, ada hal yang berbeda dari PEMIRA kali ini, dimana pada PEMIRA sebelumnya mahasiswa menyalurkan hak suara langsung pada sistem E-Voting di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing fakultas.

“PEMIRA kali ini mekanisme pemilihan didesain menggunakan sistem E-Voting melalui aplikasi Siakad, yang dapat diakses melalui handphone dan laptop. Agar mahasiswa dapat menyalurkan hak suara di tempat mereka masing-masing,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjut dia, maka fungsi KPPS ditiadakan dan digantikan dengan sistem. Penyaluran hak suara sendiri dilakukan mulai pukul 09.00 – 13.00 Wita. Hasil perolehan suara akan disampaikan oleh Rektor UHO pada pukul 16.00 Wita.

“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan masa pada saat penyaluran hak suara yang dapat memicu penularan Covid-19,” tuntasnya. (r1/nir)

Facebook Comments