Tim Pengabdian FPIK UHO Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Aquaponik Budidaya Iklan Lele dan Sayur dalam Wadah Ember

Tim: Dr. Ir. Budiyanto, M.Si, Dr. Ir. Utama K. Pangerang, M.Si, Muis Balubi, S.Pi., M.Si, Dr. Ir. Asnani, M.Si, Irdam Riani, S.Pi., M.Si, Rosmawati, S.Pi., M.Si, dan Wa Jali, S.Pi., M.Si.

739
Proses pembuatan aquaponik dalam ember.

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan sosialisasi dan pelatihan budidaya iklan lele dan sayur dalam wadah ember di BTN Kendari Permai dan ibu-ibu Majelis Taklim Jabal Rahmah BTN Tawang Alun II Kota Kendari, 25 Oktober 2020.
Sosialisasi dan pelatihan ini yaitu untuk membina ibu-ibu Majelis Taklim Jabal Rahmah dalam pembuatan sistem aquaponik budidaya ikan lele dan sayur pada lahan yang terbatas dan tidak mesti harus memiliki modal besar dan keterampilan ibu rumah tangga untuk melakukan budidaya ikan lele dan sayur pada lahan yang terbatas dengan teknologi yang sederhana, memperkenalkan pemenuhan kebutuhan menyehatkan dengan di rumah saja. Kegiatan penyuluhan ini dapat membuka wawasan akan budidaya ikan lele dan sayur pada lahan terbatas yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga dimasa pandemi. Kegiatan pelatihan juga meningkatkan keterampilan kelompok sasaran baik dalam membuat sistem aquaponik menggunakan ember. Ketertarikan akan kegiatan ini dilihat dari partisipasi mereka yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan mulai dari awal sampai selesai.
Ketua Majelis Taklim Jabal Rahmah, Musdalifah optimis aquaponik budidaya iklan lele dan sayur dalam ember dapat dikembangkan oleh ibu-ibu rumah tangga. Aquaponik merupakan budidaya yang ramah lingkungan. Selain itu,  juga menunjang ketahanan pangan.
Pengetahuan dan keterampilan meningkat karena mereka sudah dapat mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan pelatihan dengan mempraktikkan sendiri membuat sistem aquaponik menggunakan ember. Manfaat lain terciptanya inisiatif untuk mencari alternatif yang mudah dalam menyediakan menu sehat dan menambah pendapatan bagi keluarga dengan tetap di rumah saja.
Selama kegiatan berlangsung terlihat bahwa semua peserta pelatihan sangat tertarik dan serius mendengarkan penjelasan dari tim.
Perkembangan sistem aquponik Minggu II.
Hal ini terbukti dengan tidak ada seorang pun dari peserta yang meninggalkan lokasi pelatihan sampai acara berakhir.  Antusiasme peserta juga terlihat dari partisipasi peserta dalam melakukan praktik.  Khususnya seluruh ibu-ibu majelis taklim produktif berpartisipasi dalam pembuatan budidaya ikan lele dan sayur dalam wadah ember.  Keakraban antara peserta kegiatan, tim pengabdian dari FPIK UHO sangat tampak di lokasi kegiatan.
Di akhir acara semua peserta dan juga tim melihat hasil akhir dari budidaya ikan lele dan sayur dalam wadah ember dengan lahan dan metode sederhana. Masyarakat sasaran menjadi tahu cara budidaya ikan lele dan mendapatkan sayur tanpa memerlukan lahan terbatas dan dapat memenuhi penyediaan menu sehat dengan nilai gizi yang tetap terjamin dan menyehatkan dengan tetap di rumah saja.  Berdasarkan evaluasi kegiatan, maka hasil yang diperoleh secara umum adalah sebagai berikut:
Masyarakat sasaran cukup antusias dalam melakukan kegiatan demo pembuatan budidaya ikan lele dan sayur dalam wadah ember tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Masyarakat sasaran dalam hal ini bapak pembudidaya ikan lele serta ibu-ibu Majelis Taklim Jabal Rahmah umumnya mempunyai partisipasi yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan membuat sendiri budidaya lele dan sayur dalam wadah ember dengan arahan tim pengabbdian FPIK UHO.
Antusias dari masyarakat juga terlihat dengan kesabaran akan mengikuti kegiatan hingga akhir serta pertanyaan yang diajukan selama sosialisasi dan pelatihan berlangsung.
Tanggapan para peserta atas kegiatan pelatihan tercermin dalam dialog tanya jawab setelah demonstrasi berlangsung, bahkan tercermin saat kegiatan monitoring yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan. Secara umum peserta sangat terarik dengan materi yang disajikan. (*)
Facebook Comments