Tekan Angka Kecelakaan, Water Barrier Mulai Dipasang Sekitar Jalan MT Haryono

59
BPTD wilayah XVIII Sultra bersama Ditlantas Polda Sultra dan PT Jasa Raharja Cabang Sultra saat memasang water barrier sekitar jalan pasar baru Kota Kendari. (FOTO : FAYSAL/BKK).

KENDARI, BKK – Untuk menekan angka kecelakaan, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) wilayah XVIII Sultra bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dan PT Jasa raharja cabang Sultra, melakukan upaya rekayasa lalu lintas, dengan memasang kurang lebih 50 water barrier di sekitar Jalan MT Haryono Kota Kendari tepatnya di sekitar jalan depan Pasar Sentral Wuawua, Rabu (18/11).

Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra Benny Nurdin Yusuf mengatakan, masalah lalu lintas menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Jadi, memang harus semua stakeholder ikut berperan. Karena kita semua ini muaranya ke jalan. Baik ke kantor maupun aktivitas lain masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, pihak BPTD bersama Dirlantas dan Jasa raharja baru saja memasang water barrier di sekitar pasar sentral Wuawua, guna menghindari masyarakat yang memutar arah serta melawan arus.

“Jadi, kita tutup dengan water barrier mulai dari ujung bibir jembatan kuning, hingga titik ujung pembatas jalan sekitar traffic ligt,” ucap Benny.

Benny bilang, langkah tersebut dilakukan karena perilaku masyarakat yang suka melanggar. Sebab, kata dia, diimbau banyak yang tidak mau ikuti aturan, ditindak juga masih tetap sama suka melanggar.

“Sehingga jalan satu-satunya adalah melakukan rekayasa sosial dengan memasang water barrier. Nanti kalau sudah mulai tertib akan kami minta balai jalan agar membuat yang permanen. Jadi, secara perlahan mereka (masyarakat) akan patuh dengan sendirinya,” paparnya.

Sementara, Dirlantas Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Faizal mengaku pihaknya berterima kasih dengan BPTD dan Jasa Raharja terkait bantuan demi menekan angka Lakalantas.

“Jadi, ini bukan cuman pencegahan sebenarnya, tetapi untuk menjaga ritme arus lalu lintas. Tadi kita pasang barrier di jembatan kuning. Agar tidak ada lagi masyarakat kendaraan roda dua maupun angkot putar balik di jalur tersebut,” tuntasnya. (m3-m2/nir)

Facebook Comments