Targetnya Bakar Kafe, Tak Tahu Masih Ada Pemiliknya di Dalam

65
Dua tersangka yang diamankan di Polres Kendari. (FOTO: SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Rencananya membakar kafe, tak dinyana masih ada pemiliknya di dalam dan ikut terbakar. Begitu pengakuan para tersangka kasus tewasnya wanita LS (40), akibat luka bakar yang diderita dalam peristiwa tragis Selasa (17/11) malam di Kendari Beach.

Korban meninggal dunia pada Minggu (22/11) dini hari di Rumah Sakit (RS) Santa Anna Kendari, setelah 6 hari dirawat.

Polisi telah menangkap tersangka kasus ini, yang ternyata berjumlah 2 orang. Satu pelaku dan seorang lagi dalangnya.

Pelaku diketahui bernama Lakamudia alias Pis (37) sedangkan dalangnya Rusmiati alias Uca (35), ditangkap di tempat berbeda di wilayah Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari, Senin (23/11) malam.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Erfianto menuturkan, kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka yang menganiaya korban hingga meninggal dunia.

“Barang bukti yang kita amankan 1 botol berisi bensin yang digunakan untuk membakar dari tangan tersangka saudara Pis alias Lakamudia,” ujar Didik, Selasa (24/11), saat ditemui di Polres Kendari.

Didik mengungkapkan motif pembakaran tersebut dilandasi sakit hati salah satu tersangka, Uca, karena sering diejek oleh karyawan korban.

“(Karena selalu) dikata-katai, (maka) pelaku Uca ini tidak terima dibilangkan seperti nama binatang. Sehingga Uca menelepon tersangka Lakamudia untuk membakar kios korban,” papar Didik.

“Dua hari sebelum kejadian, Lakamudia ditelepon. Nanti, pada Selasa dini hari Lakamudia baru ada waktu. (Saat itu) korban (sedang) persiapan tutup, sekitar pukul 01.15 Wita,” sambung Kapolres.

Ia melanjutkan, tersangka Lakamudia disuruh membakar kafe milik korban. Ternyata, di dalam kafe ada korban, sehingga mengenai korban dan mengalami luka bakar.

“Menurut pengakuannya, eksekutor ini dibayar Rp300 ribu setelah melakukan pembakaran. Si eksekutor dan yang menyuruh mereka berteman. Sedangkan korban dan Uca yang menyuruh juga teman lama,” beber Didik.

Masih kata Didik, tersangka yang menyuruh melakukan pembakaran sering duduk-duduk di samping kefe milik korban.

Terkait adanya motif lain, Didik mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Saat ini hasil pemeriksaan, motifnya saudari Uca mengaku sering diejek karyawan korban. Nanti kita dalami ada motif lain (termasuk adanya unsur perencanaan),” terang Didik.

Lebih lanjut Didik mengatakan, akibat perbuatannya, Lakamudia dijerat pasal 353 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) subsider pasal 351 ayat (3) KUHP.

Sedangkan Rusmiati alias Uca dijerat pasal 353 ayat (3) KUHP subsider pasal 351 ayat (3) KUHP jo pasal 55 KUHP, masing-masing ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (m2/iis)

Facebook Comments