-IKLAN-

Suara di Balik Penolakan Karikatur Nabi Muhammad

84
Pengunjuk rasa memegang papan poster bertuliskan “Menghormati nabi kami berarti menghormati seluruh umat manusia,” di depan kedutaan besar Prancis di Ankara, Turki. (Adem Altan/AFP)

Charlie Hebdo dikenal sebagai majalah satir kontroversial. Majalah asal Prancis tersebut menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad pada awal September dan memicu serangkaian protes dari umat Islam. Utamanya setelah Presiden Prancis Macron membela hal itu mengatasnamakan kebebasan berekspresi dan mengatakan bahwa Islam sedang dalam “krisis.”

LAPORAN: AL QARATU AINI, KENDARI.

 

Dilansir dari Aljazeera English, gesekan antara Prancis dan umat Islam meledak setelah guru bahasa Prancis Samuel Paty tewas pada 16 Oktober di dekat sekolah tempat Paty mengajar di siang bolong.

Paty dalam kesempatan kelasnya menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para siswanya. Sejak kasus tewasnya Paty, pejabat Prancis terus mengaitkan pembunuhan tersebut dengan Islam dan terorisme.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Macron, mengatakan bahwa Presiden Prancis membutuhkan pemeriksaan kejiwaan atas sikapnya terhadap Islam.

Pejabat tinggi di negara-negara Islam mengutuk Prancis dan Macron, termasuk Pakistan, Indonesia, Arab Saudi dan Iran. Diikuti oleh puluhan ribu orang dari belahan dunia menyerukan pemboikotan produk asal Prancis.

Ketegangan semakin memanas setelah majalah Charlie Hebdo menerbitkan karikatur baru yang menggambarkan Presiden Erdogan duduk dengan kaos dan celana dalam putih, menyingkap rok wanita yang menggunakan hijab sembari memegang kaleng minuman keras.

Sebagai tanggapan, Presiden Turki mengancam akan menuntut majalah tersebut. Presiden Erdogan mengatakan bahwa penyerangan atas sosok dirinya sebagai upaya yang menjijikkan.

Boikot Produk Prancis Disuarakan

Kuwait menjadi salah satu negara yang lantang menyuarakan boikot terhadap produk Prancis setelah meluasnya karikatur Nabi Muhammad. Serikat Masyarakat Koperasi Konsumen Kuwait mengatakan bahwa 60 dari 69 tokonya telah menarik produk buatan Prancis.

Ketua Serikat Pekerja Fahd Al-Kishti menekankan bahwa akan tetap memboikot produk Prancis kecuali penghinaan terhadap Nabi Muhammad dihentikan.

Khamenei: Dukungan Macron Atas Karikatur Nabi “Tindakan Bodoh”

Pemimpin Agung Iran dan Presiden Republik Islam Iran periode 1981-1989, Ali Khamenei, dalam cuitannya di Twitter menyebut bahwa dukungan Presiden Macron atas karikatur Nabi Muhammad merupakan tindakan yang bodoh dan penghinaan bagi pendukung Macron.

“Tanyakan (Presiden Marcon) mengapa ia mendukung penghinaan terhadap utusan Tuhan atas nama kebebasan berekspresi. Apakah kebebasan berekspresi berarti menghina, utamanya terhadap seorang rasul?” tulis Khamenei.

“Bukankah tindakan bodoh ini merupakan penghinaan terhadap para pendukungnya?” tambah dia.

Prancis Membubarkan Badan Amal Muslim Terkemuka

Prancis membubarkan badan amal muslim terkemuka “Barakacity” sebagai tindakan keras pemerintah terhadap organisasi-organisasi yang dituduh memiliki hubungan dengan kelompok radikal.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gérald Darmanin mengonfirmasi penutupan badan amal itu. Dia mengatakan, penutupan atas Barakacity sebagai respon pemerintah atas gerakan Islam radikal yang dianggap sebagai bagian dari terorisme.

Indonesia Mengecam Keras Karikatur Anti-Islam Prancis

Indonesia mengecam keras penerbitan karikatur Nabi Muhammad yang dinilai mendiskreditkan kepercayaan umat Islam. Presiden Joko Widodo dalam siaran langsung mengatakan, bahwa Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam dan telah melukai perasaan umat Islam seluruh dunia.

“Kebebasan berekspresi yang menciderai kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama, sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan,” tekan Presiden Joko Widodo.

“Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun. Indonesia mengajak dunia mengedepankan kesatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik,” tambahnya.(*)

Facebook Comments