-IKLAN-

Rumah Tenun Menjahit Asa di Tengah Pandemi

39
Ilustrasi

Sejak Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus Covid-19 pada Maret lalu, banyak usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) terkena imbasnya, berupa penurunan omzet dan permintaan berkurang. Salah satu UMKM yang bergerak dibidang tenun yang ada di Kota Kendari turut merasakan dampaknya.

Laporan: Waty, Kendari.

Pemilik rumah Tenun Mahkota, Hj Endang mengungkapkan, omzet terus berangsur menurun dari waktu ke waktu.

Persentase penurunan omset bahkan mencapai 80% selama pandemik terhitung dari Maret hingga saat ini.

“Karena waktu itu belum tahu keadaan, dan pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap di rumah saja. Sempat jatuh, bahkan dalam sehari tidak terjadi penjualan,” ujar Endang, Senin (2/11).

Dikatakan, agar tidak berlarut-larut dengan keadaan seperti itu, ia mencari cara dengan menawarkan produknya secara daring (online) dan menggunakan jasa ojek online (ojol) sebagai pengantar.

“Beruntungnya, Mahkota Tenun sudah punya personal branding yang kuat di hati masyarakat,” ungkapnya.

Hal ini, menurut dia, jadi alternatif yang sangat baik sehingga masyarakat tidak harus keluar rumah, tetap bisa berbelanja kain tenun tanpa harus melanggar protokol kesehatan.

Sejauh ini pemasaran juga dilakukan melalui via Facebook, WhatsApp, dan instagram dirasakan amat sangat efektif.

“(Pengalaman ini) tentu sangat berbeda dengan pemasaran tradisional, namun hal ini dimaklumi untuk saat sekarang dan harus terbiasa dengan kemajuan teknologi. Sebab, prinsip teknologi adalah memudahkan kehidupan,” katanya.

Pengalaman menjual yang baru ini meningkatkan pembelian dan cakupan pembeli jauh lebih luas bukan hanya mencakup masyarakat yang sedang berada di kota Kendari dan sekitarnya, namun juga bisa mencakup seluruh daerah di Indonesia. Maka hal ini terus dikembangkannya.

“Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di masa pandemi, walaupun hal ini bagi pedagang yang pencariannya bergantung pada masyarakat, akan sangat dirugikan,” cetusnya.

Dirinya berharap upaya ini akan membawa hasil yang optimal, supaya kelak pariwisata dan perputaran perekonomian kembali stabil.

Ia juga berharap pemerintah memiliki rasa bangga yang tinggi terhadap aset-aset daerah, salah satunya kain tenun Sultra, dengan mendukung para pekerja di bidang pariwisata untuk berkontribusi dan mempromosikan produk daerah lebih luas.

Salah satu pelanggan Tenun Mahkota, Sri menuturkan, di tengah pandemi saat ini sosial media sangat membantu baik itu para pelaku UMKM ataupun konsumen dalam memenuhi kebutuhan.

“Dengan pemanfaatan dunia digital saya selaku pelanggan sangat merasa terbantu, karena tidak perlu keluar rumah lagi, dan ini juga membantu dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya. (*)

Facebook Comments