Rencana Buka 3 SMP di Desember, Dikmudora Kendari: Tunggu Instruksi Pusat

21
Ilustrasi.

KENDARI, BKK- Pemerintah Kota Kendari telah mencanangkan pembukaan sekolah tatap muka pada Desember nanti. Langkah awal, sebanyak 3 sekolah menengah pertama (SMP) berdasarkan hasil verifikasi yang ketat dinyatakan siap menjalankan kebijakan itu, yakni SMP 19, SMP 21, dan SMP Frater.

Persoalan muncul setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (18/11) mengeluarkan pengumuman 9 daerah belum diizinkan menggelar sekolah tatap muka, yaitu mereka yang masih berstatus zona merah dan kuning kasus coronavirus disease (Covid-19), salah satunya Kota Kendari.

Muchdar Alimin, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari ditanya soal kepastian rencana pembukaan sekolah tatap muka berujar, pihaknya sejauh ini belum menentukan tanggal pasti pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka 3 sekolah dimaksud.

Pasalnya, alas dia, untuk menentukan tanggal pastinya, pihak Dikmudora masih menunggu instruksi dari Wali Kota Sulkarnain dan pemerintah pusat.

“Meskipun sudah ada penetapan 3 sekolah yang dinyatakan benar-benar siap untuk melaksanakan tatap muka, tapi yang menentukan adalah kepala daerah dan pemerintah pusat.”

“Kita belum bisa tentukan tanggal pasti, yang jelas kalau wali kota sudah instruksikan dan pemerintah pusat juga mengiyakan, maka kami siap melaksanakan. Apalagi 3 sekolah yang dipilih sudah mempersiapkan semuanya. Khususnya penerapan protokol kesehatan di sekolah,” tambah Alimin.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari H Sulkarnain mengungkapkan, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan Desember tahun ini. Kebijakan ini sudah melalui pertimbangan-pertimbangan.

“Intinya 3 sekolah yang kita rencanakan uji coba harus memenuhi syarat ketat yang kita berikan. Selain protokol kesehatanya (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) menjadi penting, kesiapan infrastruktur sekolah yang mendukung pelaksanaan tatap muka, dan skenario pelaksanaanya juga menjadi penting,” terang Sulkarnain.

Sulkarnain melanjutkan, untuk menghindari ancaman penularan Covid-19 dalam proses belajar tatap muka nantinya, dirinya telah mengimbau kepada seluruh guru dan siswa yang ada 3 sekolah tersebut untuk melakukan swab test sebelum memasuki sekolah.

“Kalau belajar tatap mukanya jadi Desember nanti, maka kita akan swab test antigen ke semua guru dan siswa di 3 sekolah itu. Intinya penerapan prokes juga akan kita ketatkan dalam prosesnya nanti,” ujarnya. (m1/iis)

Facebook Comments