PT DMS Kaget karena Selama Ini Tersangka Berperilaku Baik

38
Direktur PT DMS Aslan Subu (kanan) bersama Kordinator Outsourcing OJK Sultra Mutsafar (kiri) (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- PT Dharma Mandiri Sulawesi Tenggara (DMS) menyesalkan pekerjanya yang dipekerjakan sebagai sekuriti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Perusahaan alih daya (outsorsing) ini menegaskan, pascakejadian ini, pria berinisal AD tersebut langsung dipecat alias pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini sesuai dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Pasal 5 ayat (4).

“Kami sampaikan saudara AD disangkakan terlibat peredaran sabu-sabu itu murni 100% tenaga kerja kami yang terikat dalam PKWT,” ujar Direktur PT DMS Aslan Subu saat ditemui di kantornya, Selasa (10/11).

Diakuinya, kejadian ini berdampak buruk bagi perusahaannya sebagai penyedia jasa alih daya.

Aslan mengungkapkan, selama bekerja, AD tidak menunjukan gelagak yang mencurigakan, selalu bersikap sopan dimanapun ditempatkan di mitra-mitra perusahaannya.

“Kita tidak pernah ada komplain, termasuk dari OJK. Reputasinya baik, memiliki ijazah Gada Pratama yang dikeluarkan Polda Sultra,” bebernya.

Sementara itu, Kordinator Outsourcing OJK Sultra Mutsafar mengatakan, selama bekerja di OJK, AD menujukan kelakukan baik.

“Mungkin ini musibah bagi dia. Semoga dijadikan pelajaran bagi kita semua,” tuntasnya.

Diberitakan,  AD (33) dibekuk di Jalan Orinunggu Lorong Perkasa Kelurahan Padaleu Kecamatan Kambu Kota Kendari, Minggu (8/11) sekitar pukul 20.00 Wita.

Dari tangan tersangka, petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyita 30 paket sabu-sabu seberat 19,40 gram. (m2/man)

Facebook Comments