-IKLAN-

Libur Panjang, Wisata Hutan Cemara di Gunung Popalia Diserbu Pengunjung

269
Pengunjung saat berpose di pohon cemara di Gunung Popalia Konsel.

Salah satu destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi wisatawan saat libur panjang baru-baru ini adalah wisata hutan cemara di Gunung Popalia, yang terletak antara Desa Wolasi dan Desa Ranowila Kecamatan Wolasi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Dari Kota Kendari ditempuh dengan jarak 31 kilometer (km) atau sekitar 43 menit.

Laporan: Faysal Ahmad, Kendari.

Objek wisata ini persis di belakang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 13 Konsel. Untuk sampai di puncaknya, wisatawan harus melewati beberapa tanjakan tinggi sekira 90 derajat dengan ketinggian 328 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ia dikelilingi pohon cemara.  Setiap pendaki selalu bermalam di gunung ini.

Sebelum tiba di puncak Popalia, para pendaki akan melewati beberapa pemandangan menarik.

Salah satu pengunjung, Rian mengatakan, untuk sampai ke puncak gunung Popalia dirinya harus melewati beberapa pos dengan medan terjal yang mekasanya harus berhati-hati.

Namun, kata dia, setelah tiba di puncak gunung tersebut berbagai pemandangan indah didapatkan. Bahkan, sambung dia, di malam hari Kota kendari dapat dilihat dari kejauhan.

“Memang lelah kita mendaki. Tapi pas tiba di sana semua terbayarkan. Karena begitu indahnya pemandangannya,” ujarnya, saat ditemui wartawan koran ini.

Lanjut dia, pos yang dilewati sendiri bertingkat-tingkat atau menyerupai punggung kuda. Tak ayal, ia dan beberapa temannya mendaki dengan posisi merayap.

“Untuk menempuh Gunung Popalia hampir sekitar  2 jam, karena banyak tebing yang dilalui. Dan kita kebanyakan istirahat. Pada post pertama sudah kelihatan pemancar Wolasi dan pos terakhir yakni pos IV sudah semua desa di Wolasi telah terlihat,” jelasnya.

Rahmat Rullah wisatawan asal Pasar Minggu Jakarta Selatan (Jaksel) mengaku trek pendakiannya di Gunung Popalia sangat terjal, jadi harus safety untuk menjaga keselamatan.

“Kiri kanan itu jurang, jadi sebagai pendaki harus waspada. Yang jelas, pemandangannya luar biasa,” bebernya.

“Karena naik malam aksesnya yang rumit. Intinya, kalau mau tahu pasti silakan ke lokasi dan mendaki,” pungkas mahasiswa pascasarjana Universitas Nasional (Unas) Jakarta Selatan ini.

Ketua Pengelola wanawisata Gunung Popalia, Ebith mengungkapkan, Gunung Popalia mulai dikelola sejak 8 bulan lalu, tepatnya Maret 2020. Dalam kunjungan para wisatawan di hari biasa (Senin-Jumat) kurang lebih 30 orang. Sedangkan di hari libur (Sabtu-Minggu) mencapai 50 orang.

“Kami harap, agar para wisatawan bisa menikmati, menjaga, dan merawat wisata ini. Karena itu bukan milik perorangan, tapi milik kita semua sehingga wajib  untuk dijaga bersama,” ungkapnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Wolasi Aida Mawarni mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat peraturan desa (perdes) untuk memfungsikan Gunung Popalia dengan baik dan untuk kenyamanan para wisatawan.

Di kaki gunung ini sekitar 300 meter ke arah barat terdapat Sungai Aoma. Tempat ini bisa menghilangkan rasa dahaga para wisatawan untuk berenang usai mendaki Gunung Popalia. (*)

Facebook Comments