Legislator yang Maju Pilkada Sudah Ajukan SK Pemberhentian

47

KENDARI, BKK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan, legislator yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 7 Kabupaten di Sultra telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sebelum tenggat waktu 9 November 2020.

“Legislator yang maju pilkada dipastikan telah menyerahkan SK pemberhentian sebelum waktu penyerahan terakhir, yakni 30 hari atau sebulan sebelum pemungutan suara 9 Desember 2020,” ujar Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib, Selasa (16/11).

Natsir membeberkan, legislator yang maju pilkada yakni Wakil Ketua DPRD Sultra Muhammad Endang SA, Anggota DPRD Sultra Rasyid, Anggota DPRD Konawe Selatan (Konsel) Senawan Silondae, dan Anggota DPRD Konawe Utara (Konut) Iskandar Mekuo.

“SK pemberhentian juga diserahkan Bupati Muna Barat (Mubar) Rajiun Tumada yang maju di Pilkada Muna,” tutur Natsir.

Selain itu, tambah Natsir, 2 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mundur dari jabatannya yakni Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Konawe Kepulauan (Konkep) Abdul Halim yang maju pilkada melalui jalur independen, serta Mantan Pj Sekretaris Kabupaten (Sekab) Kolaka Timur (Koltim) Samsul Bahri. Komisaris Polisi (Kompol) Ahali yang tampil di Pilkada Buton Utara (Butur) juga sudah menyerahkan SK pemberhentiannya sebagai dokumen pemenuhan syarat calon.

“Pengunduran diri secara tertulis wajib diserahkan anggota legislatif, TNI, Polri, ASN, kepala daerah yang mencalonkan diri di daerah lain, penjabat kepala daerah, pegawai BUMN/BUMD, dan kepala desa atau perangkat desa setelah ditetapkan sebagai kandidat pilkada,” jelas Natsir.

Adapun dokumen syarat calon, beber Natsir, yang telah dipenuhi seperti formulir model BB.1 KWK, pengajuan surat pengunduran diri, tanda terima dari pejabat yang berwenang atas penyerahan surat pengunduran diri, dan surat keterangan pernyataan berhenti bahwa pengunduran diri sedang diproses pejabat yang berwenang. (p5/nir)

Facebook Comments