KPU Pastikan 15 Hal Baru di TPS Lindungi Pemilih dari Covid-19

90
La Ode Abdul Natsir Muthalib. (FOTO: AINI/BKK)

KENDARI, BKK – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Abdul Natsir Muthalib memastikan 15 hal baru di tempat pemungutan suara (TPS), bakal melindungi pemilih dari potensi terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember nanti.

Dikatakan, pandemi Covid-19 membuat KPU melaksanakan ketentuan berbeda dari pilkada sebelumnya yang dalam keadaan normal.

“Pertama, dalam 1 TPS maksimal melayani 500 pemilih. Sebelumnya 1 TPS yang maksimal 800 orang itu kita kurangi, sehingga jumlah TPS bertambah. Dari 7 kabupaten yang menggelar pilkada di Sultra itu ada 2.087 TPS yang akan dibuka,” ujar Natsir, Selasa (24/11).

Hal kedua, lanjut Natsir, pengaturan kedatangan pemilih di TPS yang akan dibagi dalam 5 klaster. Misalnya, kata Natsir, jumlah pemilih di satu TPS ada 300 orang, akan dibagi jadwal kedatangannya sebanyak 5 sesi sehingga tidak terjadi penumpukan.

“Kemudian seluruh area TPS akan disemprot disinfektan. Pemilih wajib memakai masker dan membawa alat tulis sendiri dari rumah. Sehingga tidak menggunakan alat secara bergantian pada saat menandatangani daftar hadir,” kata Natsir.

Keenam, masih kata Natsir, pemilih yang datang akan diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun. Apabila suhu tubuh diatas 37,3 derajat celsius, maka akan ditempatkan di bilik khusus untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Petugas di TPS juga nantinya akan membagikan sarung tangan kepada pemilih. Sebelum memasuki TPS, pemilih juga diwajibkan mencuci tangan dan disediakan tisu kering. Antar pemilih atau petugas yang berada di TPS dilarang berdekatan dan dilarang bersalaman. Minimal ada jarak 1 meter,” ungkapnya.

Ke-13, tutur Natsir, sebelum bertugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dipastikan sehat dan bebas dari Covid-19. Petugas KPPS nantinya akan menjalani rapid test terlebih dahulu dan dibekali dengan masker serta pelindung wajah atau face shield.

“Ke-15, kita tidak lagi menggunakan tinta celup melainkan dengan cara diteteskan ke jari pemilih,” ujar dia.

“Bagi peserta pilkada, kita juga sudah minta agar mereka paling tidak memberikan imbauan kepada konstituennya atau simpatisannya agar datang ke TPS itu betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Jadi kita saling mengingatkan, sehingga sebisa mungkin area TPS itu tidak terjadi penularan Covid-19,” imbuhnya.

Adapun Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung di Sultra meliputi 7 kabupaten. Di antaranya Kabupaten Muna, Wakatobi, Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, dan Kolaka Timur. (p5/iis)

Facebook Comments