“Jangan Ambil Risiko, Bos!”

35
Ilustrasi

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari membuka beberapa sekolah guna melaksanakan belajar mengajar tatap muka baik tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) mendapatkan tantangan besar. Banyak orangtua siswa menolak rencana tersebut.

LAPORAN: MITA, KENDARI

Para orangtua siswa khawatir sekolah menjadi klaster baru dalam coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Kendari.

Seperti yang dikemukakan Agus Setiawan, salah satu orangtua siswa SMP 12 Kendari, dirinya mengaku tidak setuju anaknya kembali ke sekolah di tengah pandemi belum reda.

Meskipun, sambung dia, dalam pembukaannya nanti prokes bakal diterapkan, akan tetapi hal itu belum menjamin bahwa semua siswa mau mengikuti prokes yang diterapkan pemerintah.

“Jangankan mereka (siswa sekolah), kita saja yang orang dewasa masih abai dalam menerapkan prokes. Olehnya itu, kami selaku orangtua berharap kebijakan pembukaan sekolah ditinjau ulang demi keselamatan peserta didik. Alangkah baiknya menunggu instruksi pemerintah pusat yang memutuskan apakah aman dibuka atau tidak. Toh saat ini siswa sudah dibekali dengan paket data untuk belajar daring. Jangan ambil risiko bos,” kata Agus.

Senada, orangtua siswa yang anaknya bersekolah di SMP 6 Kendari, Fuguh, juga tidak menyetujui rencana pemerintah, sekalipun itu hanya uji coba.

Fuguh menilai, sebaiknya pemerintah menunda rencana tersebut, mengingat data terkonfirmasi Covi-19 masih terbilang tinggi, utamanya Kota Kendari selalu menyumbang kasus baru terbanyak di Sulawesi Tenggara (Sultra) setiap harinya.

Penolakan tak hanya datang dari orangtua siswa, wakil rakyat pun juga berpendapat sama.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari yang membidangi pendidikan, Rajab Jinik mengatakan, rencana membuka sekolah adalah langkah yang terburu-buru tanpa melihat kondisi yang ada saat ini.

Menurut dia, kebijakan itu bisa menjadi blunder yang malah membuat keadaan semakin memburuk.

“Kita tentu tahu, dalam membuka sekolah, pemerintah juga pasti sudah mempersiapkan langkah-langkah keamanan, seperti penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, akan tetapi kebijakan itu janganlah diambil secara sepihak. Karena, ini menyangkut keselamatan siswa-siswa kita yang masih abai dengan prokes. Sebaiknya dibicarakan bersama dengan orangtua siswa, apakah setuju atau tidak,” anjurnya.

Ketua Komisi II DPRD Kendari Andi Silolipu menyarankan, pemerintah bersabar sampai tahun depan.

“Itu pun kalau memang tren terkonfirmasi Covid-19 nya menurun dan angka kesembuhan terus bertambah. Saya kira itu akan lebih baik, demi mencegah penularan di kalangan anak-anak,” terang Andi, yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kendari.

Menanggapi itu, Wali Kota Kendari H Sulkarnain menjelaskan, 8 sekolah yang rencananya akan dibuka hingga saat ini masih dalam proses verifikasi. Dimana saat ini sudah ada dua sekolah dari hasil evaluasi yang dipersiapkan untuk membuka pembelajaran tatap muka. Yaitu SMPN 21 dan SMPN 19 Kendari.

“Dalam penyeleksiannya, kita sangat hati-hati memilih 2 dari 8 sekolah untuk disiapkan dalam pembelajaran tatap muka Desember nanti. Yang jelas, prokes di sekolah haruslah sangat ketat. Walaupun memang, 2 sekolah tersebut belum masuk zona hijau, tapi sudah termasuk zona yang aman. Karena setelah kita evaluasi, jumlah siswanya itu berdomisili di sekitar sekolah,” bebernya.

Sulkarnain mengaku, dalam pembukaan sekolah nanti, ada syarat ketat yang harus dipenuhi sekolah, yakni penerapan prokes, kesiapan infrastruktur pendukung sekolah dalam belajar tatap muka, tes swab antigen seluruh pihak sekolah dan siswa, dan skenario pelaksanaan tatap muka. Karena, dalam pelaksanaanya, tidak dilangsungkan sebagaimana tatap muka biasanya. Di mana siswa diatur hanya sekali atau 2 kali dalam seminggu untuk ke sekolah.

“Tetap kita evaluasi terus, termasuk kita memantau juga perkembangan Covid-19. Nanti jumlahnya juga kita batasi, tidak lebih dari 100 orang, bahkan tidak lebih dari 30 orang. Satu kelas 15 orang. Kalau uji cobanya berhasil, dan penurunan angka Covid-19 terus turun dan terkendali, kita buka bertahap,” tutupnya. (*)

Facebook Comments