Disbudpar Usul 250 Hotel dan Restoran Dapat Dana Hibah Pariwisata

104
Pantai Nambo Kota Kendari.

KENDARI, BKK – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Kendari usul 250 hotel dan restoran di Kota Kendari, untuk mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp4,2 miliar.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang diharapkan bisa membangkitkan sektor kepariwisataan daerah di tengah coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Wali Kota Kendari H Sulkarnain menjelaskan, bantuan hibah tersebut bertujuan untuk membantu pemda merecovery penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta industri hotel dan restoran yang mengalami gangguan finansial akibat pandemi Covid-19.

“Saya sudah instruksikan kepada Dinas Pariwisata untuk mendata semua hotel maupun restoran untuk mendapatkan bantuan. Saya minta untuk didampingi. Begitu juga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu saya minta untuk dipermudah izin usaha pariwisatanya,” kata Sulkarnain, Kamis (26/11).

Sementara, Kepala Disbudpar Kota Kendari Abdul Rifai mengatakan, 250 hotel dan restoran yang diusulkan merupakan hasil pendataan awal, bekerja sama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Kendari.

Saat ini, kata dia, masih dalam pemeriksaan pihak Inspektorat, agar bantuannya tepat sasaran.

“Danahnya sudah kami terima dan siap untuk diberikan kepada hotel dan restoran yang terdampak Covid-19. Yang jelas untuk mendapatkan bantuan itu, ada syarat yang harus dipenuhi diantaranya, hotel dan restoran tercatat rutin membayar pajak dan retribusi daerah, serta memiliki tanda daftar usaha pariwisata (TDUP),” ujarnya.

“Adapun hotel dan restoran yang belum memiliki TDUP, kami harapkan untuk segera mengurusnya di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kendari,” tambahnya.

Dia melanjutkan, untuk besaran nominal bantuan setiap hotel maupun restoran berbeda-beda. Tergantung besarnya usaha dan tingginya kesadaran pelaku usaha dalam menunaikan kewajibannya (pajak, red) kepada daerah.

“Insya Allah Desember sudah kita salurkan. Adapun total bantuan sebesar Rp4,2 miliar yang diporsikan sekitar 70% atau Rp2,9 miliar untuk hotel dan restoran. Sedangkan sisanya 30% atau Rp1,2 miliar diporsikan untuk biaya opersiaonal pemda dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP),” jelas Rifai.

Soal ini, Ketua PHRI Kota Kendari Hendra mengaku menyambut baik bantuan dana hibah dari pemerintah. Pasalnya, bantuan tersebut setidaknya bisa mengurangi beban biaya operasional yang lebih tinggi, dari pendapatan akibat rendahnya permintaan selama pandemi Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19, hotel mengalami masa sulit karena kurangnya permintaan. Kalau okupansi terus merosot, otomatis kami kesulitan untuk lanjut. Kami harap pemerintah bisa melonggarkan persyaratan untuk mendapatkan bantuan hibah, serta mempercepat proses penyalurannya,” tandasnya. (m1/nir)

Facebook Comments