Debat Pilkada Wakatobi, Haliana Kritik Angka Kemiskinan Masih Tinggi

98

KENDARI, BKK – Calon Bupati (Cabup) Wakatobi, Haliana mengkritik angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di daerah yang ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfir dunia.

Haliana menyebut, angka kemiskinan Wakatobi di tahun 2019 sebesar 14,5% atau sekitar 14 ribu jiwa. Menurutnya, angka tersebut masih jauh dibawah rata-rata provinsi yakni 11,24% dan nasional 9,5%.

“Padahal, sumber daya alam di Wakatobi, serta posisi strategis sebagai taman karang dunia, telah menjadi perhatian berbagai pihak untuk menikmati keindahan alam bawah laut serta kuliner khasnya. Wakatobi (juga) dijadikan tempat penelitian dan peluang berinvestasi,” ujar Haliana dalam debat publik calon bupati dan wakil bupati Wakatobi 2020 yang disiarkan secara daring, Minggu (22/11).

Pria yang berprofesi sebagai seorang wiraswasta ini juga menyinggung, pemerintahan sebelumnya yang tidak maksimal memanfaatkan sektor perikanan. Sedangkan, sebut Haliana, daerah Wakatobi sebagian besar merupakan kawasan kelautan.

“Luas wilayah Wakatobi sebagian besar itu laut. Tetapi anggaran intervensinya lebih banyak ke darat, 99%. Kita lihat angka statistik menunjukkan pertumbuhan sektor perikanan setiap tahun itu hanya sekitar 5%. Padahal waktu 2016 dulu, pertumbuhan di sektor ini ada di angka 10,32%. Dan sektor ini yang paling banyak menyerap tenaga kerja,” ucap Haliana.

Dalam debat, Haliana yang berpasangan dengan Ilmiati Daud itu juga mengkritik masih tingginya harga bahan pokok akibat  akses transportasi yang masih mahal utamanya dalam distribusi kebutuhan bahan pokok.

“Disparitas harga di Wakatobi terjadi karena sumber-sumber transportasi yang digunakan itu diakses oleh masyarakat sendiri. Padahal, pemerintah harus bisa memastikan agar tidak ada transportasi yang mahal kemudian menyebabkan tingginya harga kebutuhan barang pokok untuk dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Di satu sisi, calon bupati petahana, Arhawi menyebut, dalam pemerintahan beberapa tahun terakhir, Wakatobi telah mencapai beberapa prestasi. Dalam pembangunannya Wakatobi bahkan menjadi perhatian pemerintah pusat. Di tahun 2021, sebut Arhawi,  Wakatobi akan dibantu oleh pemerintah pusat dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) daerah Wakatobi akan mulai diletakkan pada 2025 melalui 4 tahapan. Yakni tahap insiasi, pemantapan, dinamisasi, dan akserasi,” papar politikus Partai Golkar ini.

Pihaknya menyebut, bahwa selain pemanfaatan potensi atas laut seperti pariwisata, Wakatobi juga tercatat memiliki 10% produksi ikan nasional.

“Sehingga, yang menjadi perhatian serius kita (tinggal) memaksimalkan potensi hasil perikanan disamping keindahan bawah laut yang menjadi pusat pariwisata,” ujarnya.

Pemanfaatan sumber daya masyarakat lokal, kata Arhawi, juga terus didorongnya dalam pemerintahan terakhir. Arhawi mengatakan daerah seperti di Tomia dan Kaledupa, sebagai percontohan, masyarakatnya telah mampu memproduksi souvenir bagi wisatawan. (p5/r4)

Facebook Comments