9 Daerah Ini Tidak Diizinkan Buka Sekolah Tatap Muka

36

KENDARI, BKK- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan 9 daerah ini belum diizinkan menggelar proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka. Pasalnya, 9 daerah tersebut masih berada dalam zona merah dan orange kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Mereka adalah Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Konawe Kepulauan (Konsep), Buton Utara( Butur), Wakatobi, Kolaka, dan Kolaka Timur (Koltim).

Demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Asrun Lio mengungkapkan itu, Rabu (18/11). Menurut dia, kebijakan ini berdasarkan hasil surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri tentang proses pembelajaran tatap muka di kelas. Di mana hanya zona hijau dan kuning saja yang diizinkan PBM tatap muka di sekolah.

“Lantaran kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan di masa pandemi Covid-19. Juga status darurat Covid-19 masih belum dicabut oleh Presiden Jokowi. Nanti sudah dicabut baru kita melaksanakan kegiatan seperti biasa,” terangnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, jika masih ada daerah atau sekolah yang membandel, akan kami  berikan sanksi teguran hingga pembinaan,” tambah Asrun.

Adapun daerah yang sudah diizinkan PBM tatap muka yang statusnya masuk zona hijau dan kuning adalah Kota Baubau, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Bombana, Muna Barat (Mubar), Muna, Buton Tengah (Buteng), dan Buton Selatan (Busel).

“Sekolah yang ada di wilayah itu wajib mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Di mana, sekolah harus menyiapkan prasarana air bersih, tempat cuci tangan (wastafel), menyediakan masker, dan yang paling penting harus mendapatkan izin dari orangtua siswa,” jelas Asrun lio.

Masih kata dia, khusus satuan pendidikan tingkat SLB (sekolah luar biasa), sekolah dasar (SD), dan Teman Kanak-Kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di zona hijau dan kuning sudah bisa juga melaksanakan PBM tatap muka, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pengawasan dari orangtua.

“Karena, memang SLB SD dan PAUD itu level pendidikanya tidak efektif kalau pembelajarannya melalui daring. Oleh karena itu, sudah ada daerah yang zona kuning dan hijau itu bisa melaksanakan PBM tatap muka,” jelasnya. (m1/iis)

Facebook Comments