4 Penyebab BLT Pekerja Rp2,4 Juta Gagal Cair

32
Ida Fauziyah.

Jakarta, BKK- Sejumlah hal menjadi penyebab pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang mendaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) berupa subsidi upah belum menerima termin II tahap III.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan hal ini terjadi karena beberapa kendala. Pertama, terjadi duplikasi rekening penerima. Kedua, rekening calon penerima sudah ditutup. Ketiga, rekening pasif. Terakhir, rekening tidak valid atau telah dibekukan.

Ida mengatakan masalah tersebut tidak bisa diselesaikan Kementerian Ketenagakerjaan sendiri.

“Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker,” katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta Senin (16/11) kemarin.

Di luar itu, Ida menjelaskan bahwa penyaluran tahap II ini berbeda dengan tahap sebelumnya. Pasalnya, penyalurannya harus didasarkan atas rekomendasi dari KPK.

“Kami harus memadankan data program ini dengan data wajib pajak dari Dirjen Pajak (DJP) karena di peraturan menteri itu mereka dengan upah di bawah 5 juta,” terang Ida.

Meski demikian, Ida memastikan penyaluran BLT pekerja terus berjalan. Pada termin pertama, Kemenaker telah menyalurkan BLT ke 12.252.668 pekerja atau 98,78 persen dari target sebanyak 12.403.896.

Sementara untuk termin kedua, Kemenaker telah menyalurkan BLT ke 8.042.847 pekerja.

Bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah atau BLT adalah salah satu program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Subsidi ini diberikan kepada pekerja yang memenuhi syarat yaitu WNI, pekerja penerima upah, tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020, upah di bawah Rp5 juta, dan memiliki rekening aktif. (int/iis)

Facebook Comments