-IKLAN-

Tahun Kedua (2020): Dampak Positif Program Pengembangan Desa Mitra Kemenristek BRIN Oleh Dosen UHO di Wolasi, Konawe Selatan

72
Gambar 1. Penanaman padi gogo beras merah pada Januari 2020 dan panen pada akhir bulan Mei 2020 dan penanaman tanam semusim seperti cabai dan kacang panjang serta berbagai tanaman semusim lainnya untuk menunggu panen padi gogo.

Tantangan tersendiri bagi tim pengabdian Universitas Halu Oleo (UHO) yang diketuai oleh Dr. Ir. Hj. Rahayu M di dalam menerapkan good agricultural practices budidaya padi gogo beras merah di tengah pandemi Covid 19. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker, selalu mencuci tangan maka program desa mitra tetap dilaksanakan pada tahun II.

Pada tahun I teknik budidaya padi gogo masih dominan menggunakan cara-cara budidaya yang konvensional misalnya tanpa input bahan organik yang selama ini dilakukan oleh mitra. Tahun II, petani mitra sudah melakukan pengolahan lahan, pembuatan bedengan, input bahan organik-pupuk kandang terfermentasi dan pemupukan NPK yang berimbang.Yang menarik bahan organik yang digunakan telah difermentasi terlebih dahulu dengan menggunakan mikroba dekomposer komersial dan koleksi agens hayati Jurusan Proteksi Tanaman Faperta UHO.

Bahan organik yang difermentasi memiliki keunggulan berupa kandungan agens hayati-mikroba yang dapat membantu tanaman untuk melawan penyebab penyakit, khususnya penyakit yang tertular melalui tanah atau soil borne disease. Juga dapat membantu akar tanaman padi gogo mendapatkan nutrisi tersedia.

Penanaman padi gogo beras merah telah dilakukan di bulan Januari 2020 dan di panen pada akhir Mei 2020. Berdasarkan hasil panen pada tahun II terlihat ada perbedaan produksi dibandingkan sebelum program Desa Mitra.

Secara rata-rata produksi padi gogo beras sekitar 2,8 ton ton per hektare. Hasil tersebut disambut gembira dan menjadi penyemangat bagi bu Suni dkk. Untuk menerapkan cara budidaya yang lebih baik pada musim tanam
selanjutnya.

Mengingat padi gogo memiliki umur yang cukup panjang dibandingkan padi sawah maka tim pengabdian desa yang anggotanya adalah Prof. Dr. M Tufaila, Dr. Rachmawaty Hasid dan Prof. Dr. Muh. Taufik mengedukasi mitra untuk menanam tanaman semusim sembari menunggu panen padi gogonya. Model ini telah memberikan tambahan pendapatan yang baru bagi mitra yang selama ini hanya mengandalkan padi gogo. Telah ditanam tanaman semusim seperti kangkung yang hanya berumur dua minggu menjadi pendapatan mingguan, atau tanaman cabai dan tomat yang berumur tiga bulan juga dapat menjadi pendapatan bulanan bagi mitra. Intinya adalah metode demplot yang diterapkan telah berhasil dimanfaatkan oleh mitra di bawah bimbingan tim pengabdian UHO.

Respons mitra juga sangat baik ditunjukkan dengan aktivitas penanaman yang tetap berlangsung dengan menggunakan cara-cara pergiliran tanaman yang tepat. Untuk itu tim desa mitra menyampaikan terima kasih kepada Kemenristek/BRIN, Pemerintah Kab. Konawe Selatan dan Ketua LPPM UHO Dr. H. La Aba, S.Si., M.Si, sekretaris dan staf serta mitra petani yang telah membantu memudahkan pelaksanaan kegiatan tersebut. (*)

Facebook Comments