Pemkot Diminta Percepat Evaluasi Pengelola Pasar Basah Mandonga

20

KENDARI, BKK – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk mempercepat pemanggilan pihak pengelola Pasar Basah Mandongga (PT Kurnia) untuk secepatnya dievaluasi.

Ketua Komisi II DPRD Kendari Andi Silolipu, Senin (19/10) mengatakan, agar permasalahan yang saat ini terjadi di Pasar Basah Mandongga, yang juga melibatkan pihak penelola, pedagang pasar, bahkan sampai pemerintah, haruslah ditindak cepat, sehingga ada kejelasan.

“Pemkot kan sudah bilang mau mengevaluasi, bahkan pemerintah akui kalau penegelola pasar (PT Kurnia) ini belum optimal menjalankan kewajibanya kepada pemerintah. Nah saya pikir pemkot tidak perlu berlama-lama menentukan. Apakah kontrak tetap dilanjutkan sampai di 2023 atau diputus,” ujar Andi Silolipu.

Menurut Andi, alangkah baiknya pemkot tidak lagi melanjutkan kontrak dengan PT Kurnia. pasalnya, saat Komisi II melakukan inpeksi mendadak (sidak) di Pasar Basah Mandongga, banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan PT Kurnia selama 14 Tahun mengelola Pasar Basah Mandongga.

“Mulai dari tidak melakukan perbaikan fasilitas pasar yang rusak, yang seharusnya menjadi kewajiban pihak pengelola, sehingga pedagang pasar mengadu ke kita (DPRD), tidak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemkot sejak awal mengelola pasar di 2006 hingga di 2020, dan mempihak ketigakan pengelolaan parkir,” tandasnya.

“Kami harap, evaluasi kepada PT Kurnia yang katanya akan dilakukan pemkot bisa segera diputuskan, dan pelanggaran-pelanggaran yang disebutkan, bisa menjadi pertimbagan untuk tidak lagi melanjutkan kontrak dengan PT Kurnia,” tambahnya. (m1/nir)

Facebook Comments