Pemkot Bakal Tata Kawasan Teluk Kendari Menjadi Pusat Bisnis

43

KENDARI, BKK – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, bakal menata kawasan Teluk Kendari menjadi pusat bisnis dan wisata yang mampu menyerap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Kendari H Sulkarnain, Sabtu (23/10) mengatakan, jembatan Teluk Kendari yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo memiliki lokasi yang strategis, karena bertepatan dijantung kota

Oleh karenanya, tambah dia, pemkot berencana mengembangkan kawasan Teluk Kendari menjadi pusat bisnis (Central Bussines District/CBD).

“Kami (pemkot), sudah menetapkan 4 fokus CBD. Yakni Kecamatan Kendari Barat, Mandonga, Kadia, dan Kecamatan Kambu. Sebagai bentuk keseriusan, kami sudah mengajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam bentuk raperda, alhamdulillah yang kita ajukan tersebut sudah disetujui seluruh fraksi, ” ujar H Sulkarnain.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, pengembangan kawasan CBD nantinya akan mempertimbangkan aspek lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan kebencanaan.

“Dari sudut kepentingan ekonomi, pemerintah bakal menghadirkan wisata kuliner, perdagangan, dan jasa kota. Juga disediakan ruang campuran yang terintegrasi dengan fungsi pedestrian (pejalan kaki) dan ruang terbuka hijau (RTH) publik, serta mempertahankan kegiatan UMKM,” paparnya.

“Aspek lingkungan, pemkot akan melakukan revitalisasi sebagai upaya perlindungan dari ancaman kerusakan, dan mendorong kawasan perkotaan yang adaptif dan ramah terhadap banjir dan longsor. Sehingga, kami berharap mendapat dukungan semua pihak, agar upaya pemkot dalam meningkatkan kualitas kawasan Teluk Kendari bisa terwujud,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kendari H Subhan menyambut baik langkah pemkot. Pasalnya, penataan kawasan memang penting untuk bisa dimanfaatkan, baik pemerintah maupun warga sekitar.

“Kita teman-teman DPRD tentu mendukung langkah pemerintah, apalagi potensi di kawasan Teluk Kendari sangat terbuka. Tapi kami berharap, penataan nantinya tidak merugikan siapapun,” tutupnya (m1/nir)

Facebook Comments