-IKLAN-

Kades Morombo Pantai Diduga Motori Bisnis Kayu Ilegal

78

WANGGUDU, BKK – Kepala Desa (Kades) Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Aras diduga melakukan bisnis kayu secara ilegal.

Saat ditemui di kediamannya, Aras yang belum genap setahun menjabat sebagai kades mengakui dirinya telah lama menggeluti usaha pengolahan kayu atau somelnya itu. Diceritakan awalnya usaha somel Kades untuk membantu warga membuat perumahan secara mandiri.

“Saya panggil warga datang tinggal disini di Morombo. Saya bantu bikinkan rumah saya bantu kayu. Semua gratis. Saya pakai uang saya agar masyarakat punya rumah,” ungkap Aras, Rabu (14/10).

Cita-cita Aras untuk meramaikan kampung Morombo Pantai pun terwujud. Dia bersama warga berhasil membangun beberapa unit rumah yang konon menggunakan dana pribadi Kades. Banyak yang akhirnya tinggal menetap dan menjadi warga desa itu. Kala itu dirinya belum berstatus sebagai kepala desa definitif.

“Masyarakat tidak ada mereka tau. Tinggal membangun. Bahan rumahnya dari saya. Termasuk kayunya. Itu semua gratis dari saya,” ujarnya.

Dibalik itu, usaha pengolahan kayu Aras rupanya bukan semata-mata untuk membantu warga dalam mendirikan rumah. Usaha somel juga berkembang menjadi usaha komersil dengan memperjual belikan hasil hutan tersebut. Aras pun berani menerima pesanan hingga keluar kabupaten Konut.

“Kalau ada yang pesan kami siapkan. Harganya mulai dari Rp 2,4 juta. Kalau pengantarannya jauh bisa sampai Rp 3 juta per kubik. Itu untuk jenis kayu cina,” tuturnya.

Ditanya mengenai izin dan asal usul kayu, pensiunan pegawai negeri sipil ini tidak memberikan informasi secara detail. Namun dirinya mengaku bahwa kayu olahannya berasal dari limbah tambang nikel yang beroperasi di sekitar desanya.

Selain asal usul kayu yang tidak jelas berasal dari mana, dugaan ilegal loging Aras diperkuat dengan tempat pendirian usaha somel yang dibangun diatas wilayah IUP salah satu perusahaan tambang. (vel/r4)

Facebook Comments