-IKLAN-

Dari Tukang Becak, Kuli Bangunan, Hingga Kepala BLK Kendari

612
Kepala BLK Kendari, La Ode Haji Polondu

Siapa sangka, nama besar La Ode Haji Polondu yang kini menjabat Kepala Balai Latihan Keja (BLK) Kendari rupanya sempat merasakan susahnya hidup sebagai kuli bangunan serta penarik becak, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Bahkan, agar bisa terus bertahan tanpa bantuan orangtua, pria kelahiran 27 November 1969 di Kabupaten Muna, juga menjadi pelayan di sebuah warung makan di Raha kala itu.

Laporan: MITA, KENDARI

Hidup susah itu dijalani saat duduk di bangku kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Raha (1982), hingga kelas II Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Raha, karena harus meninggalkan orangtua untuk bisa sekolah di ibu kota, Raha.

Setelah tamat SMA pada 1985, Polondu berhasil masuk di perguruan tinggi. Kala itu dia lulus di Jurusan PPKn Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO). Tapi tantangan hidup juga semakin tinggi.

Karena harus kuliah sambil bekerja untuk mencari tambahan uang kuliah, memasuki semester III La Ode Haji Polondu terpaksa mengajukan cuti akademik selama 4 semester. Ia kembali aktif pada 1991.  Kembalinya Polondu di kampus, kemudian merintis berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama rekan-rekannya.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10), La Ode Haji Polondu bercerita, lewat organisasi PMII, membawanya terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa FKIP Universitas Halu Oleo. Bahkan, tak lama berselang, ia juga terpilih menjadi Wakil Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) UHO (saat ini namanya wakil presiden mahasiswa).

Kemudian ia bergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Indonesia (ISM-LPTKI), dan terpilih sebagai Sekretaris Jenderal ISM-LPTKI dalam MUNAS II di IKIP Malang, Jawa Timur.

Dari situlah dirinya mulai sering menghadiri acara nasional, baik di Jakarta maupun di berbagai daerah lainnya.

“Alhamdulillah, saat kuliah, saya menjadi mahasiswa berprestasi dengan Indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,29. Dan pada 1993, saya terdaftar sebagai Penerima Beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID) dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nah, dari situlah, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di FKIP UHO, saya diangkat menjadi pegawai negeri sipill (PNS) pada 1 Maret 1999 dan ditugaskan menjadi Guru SMP Negeri 4 Batauga di Pulau Siompu Kabupaten Buton (sekarang Kabupaten Buton Selatan),” Polondu bercerita.

Dua tahun menjadi guru di Pulau Siompu, dirinya pindah bertugas sebagai guru di SMAN 4 Kendari, dan saat itu pula dirinya didaulat menjadi Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra, saat itu KNPI dipimpin Sahrun Gaus.

Karier sebagai guru nampaknya terhenti sampai di SMAN 4 Kendari, pasalnya, Haji Polondu harus mengikuti tugas belajar S-2 di Universitas Negeri Jakarta, hingga berlanjut menyelesaikan program doktor (S-3) di Jakarta.

“Tepat 1 Juli 2016, saya kemudian masuk di  Kementerian Ketenagakerjaan untuk bekerja. Alhamdulillah, tidak lama setelah itu, saya diberi amanah dan dilantik oleh Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri kala itu untuk menduduki Jabatan Eselon III sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga, Perlengkapan, dan Layanan Pengadaan Kementerian Ketenagakerjaan RI,” kenangnya.

Setelah 3 tahun lebih berkarier di Jakarta, La Ode Haji Polondu kembali diberi amanah  untuk menjadi Kepala BLK Kendari oleh Menaker Hanif Dhakiri.

Hasil binaannya mampu membantu pemerintah di tengah pandemi coronavirus disease (Covid-19) dalam pengadaan masker, wastafel, dan makanan yang terdampak langsung Covid-19. Ditambah pelatihan yang selalu dilakukan untuk membantu masyarakat dalam mencari pekerjaan.

“Insya Allah, amanah di BLK Kendari akan saya kerjakan sesuai kemampuan saya, dengan target saya bisa mencerdaskan dan meningkatkan kualitas SDM di Sultra melalui pelatihan berbasis kompetensi. Kalau pada 2016 lalu saya berangkat dari Sultra dengan status guru, Alhamdulillah saya kembali ke Sultra dengan status kepala sekolah, yakni sebagai Kepala BLK Kendari. (*)

Facebook Comments