-IKLAN-

APBD-P Konawe Prioritaskan Penanganan Covid-19 dan Pertanian

63
penyerahan dokumen KUA PPAS pada Pemkab Konawe ke DPRD Konawe untuk dibahas dan diteliti sebelum ditetapkan menjadi APBD-P 2020

UNAAHA, BKK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe lebih memprioritaskan penanganan Covid-19 dan masalah pertanian dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2020.

Hal itu terjadi karena faktor di masa pandemi Covid 19 ini yang mempengaruhi kurang maksimalnya serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan lain-lain dari hasil kekayaan daerah.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinan Sapan mengakui, bahwa daerah Kabupaten Konawe saat ini mengalami devisit sebesar Rp. 96 miliar. “Penyebabnya atas anjloknya ekonomi global sehingga mempengaruhi keuangan pemerintah sampai jenjang terbawah, termasuk daerah Kabupaten Konawe ,” katanya, Senin (26/10).

Ia menambahkan, dampak terburuk dari itu, selain serapan PAD murni kurang maksimal, sejumlah anggaran transfer pusat ke daerah juga mengalami pemangkasan, seperti Dana Alokasi Umum (DAU). Atas dasar itu , Konawe mengalami devisit.

“Selain penangan Covid, kita juga diperhadapkan dengan dua pilihan yakni melaksanakan kebijakan  pusat  dan daerah. Sehingga untuk mentaktisi itu daerah harus bisa menyesuaikan belanja , supaya keduanya bisa berjalan seimbang,” terangnya.

Menurutnya, dalam situasi ini, daerah merasakan hal yang kontradiktif dalam menjalankan urusan pemerintahan daerah di masa pandemi ini. Bahwa disisi lain harus dilaksanakan kegiatan wajib atau mandatory spending. Dalam artian belanja atau pengeluaran negara yang sudah diatur oleh undang-undang.

Sementara di situasi pandemi ini, lanjutnya, daerah harus fokus terhadap aspek kemandirian daerah , sebagai bentuk urusan  pilihan. Dan progam prioritas pilihan itu fokus terhadap sektor pertanian. Mengapa? Karena sektor kegiatan ini terbukti membantu ekonomi masyarakat dalam situasi apapun, termasuk saat benacana alam banjir dan saat situasi pandemi ini.

“Di saat hampir sektor ekonomi semua lumpuh. Justru kegiatan pertanian kita masih tetap  berjalan normal. Masih ada yang panen, irigasi juga masih tetap berjalan. Sehingga kebutuhan pangan  Konawe masih tetap aman. Bahkan bisa mengirim ke daerah lain. Berbeda kalau sektor lain kita prioritaskan, misalnya infrastruktur. Belum tentu bisa menyelamatkan  kita dalam situasi pandemi seperti  ini,” terangnya.

Atas dasar itu, Pemkab masih tetap memprtahankan kegiatan ekonomi pertanian ini. Misalnya,  dengan mengkhususkan anggaran yang bersumber  dana insentif daerah (bukan DAU) untuk membiayai fasilitas pendukung pertanian yang dibutuhkan petani saat ini.

“Kalau dilihat dari situasi ini selama pandemi angka pertumbuhan ekonomi pasti akan turun dari 9,02 persen. Tapi insyallah tidak akan terjadi minus, selama kita masih menyeimbangkan dengan kegiatan ekonomi lainnya. Seperti kegiatan pertanian yang dari dulu menjadi andalan masyarakat di Konawe” paparnya.

“Intinya kita harus bersama-sama mendukung kebijakan bupati yang telah diimplementasikan melalui Perbup tetang  disiplin protokoler covid . Supaya situasi daerah kita bisa benar-benar normal . Dan kegiatan sosial bisa kembali berjalan dengan normal,” tutupnya. (irm/r4)

Facebook Comments