Polres Kendari Ungkap 4 Kasus Pencurian, 3 Pelaku Ditangkap, 2 Masih Buron

30
Ketiga pelaku yang diamakan di Mapolres Kendari. (FOTO:SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Polisi mengungkap 4 kasus pencurian yang terjadi di wilayah Kota Kendari yang dilakukan oleh 2 komplotan berbeda.

Masing-masing komplotan beraksi ditempat berbeda, melakukan 1 pencurian kendaraan bermotor dan 3 pencurian dengan tindak kekerasan (begal).

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kendari Komisaris Polisi (Kompol) I Gusti Gde Raka Mertayasa SiK membeberkan, kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi salah satu rumah kos bilangan Jalan Haeba Kelurahan Wuawau Kecamatan Kadia Kota Kendari, Sabtu (31/8).

Disebutkan, pelaku berinisial LS (23) dan MA (19) diringkus tim Buru Sergap (Buser) 77 Polres Kendari di wilayah Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia Kota Kendari, Senin (7/9).

“Modusnya, mereka (pelaku) jalan-jalan dulu, melihat pintu (gerbang kos) terbuka, masuk di halaman kos dicek kendaraan ternyata tidak terkunci didorang dan dibawah lari,” ujar Raka saat konfrensi pers di Polres Kendari, Senin (14/9).

Raka mengatakan, motor hasil curian dipakai oleh pelaku melakukan tindak pidana lain, pencurian dengan kekerasan (begal) di dua tempat kejadian perkara (TKP).

“Yang pertama di Jalan Made Sabara Korumba, kemudian di Jalan Alala Lahundape Kecamatan Kendari Barat,” beber Raka.

Disebutkan, modus yang dilakukan pelaku sama, mengikuti motor yang lewat, mengamati kemudian dilihat korban lengah dijambret oleh pelaku.

Satu korbannya, diambil tasnya dan korban lainnya diambil barang berharga di kantong motor.

“Tersangkanya pencurian dengan kekerasan (begal) 2 orang, 1 inisial MA (19) telah diringkus  dan AC masih buron,” ungkap Raka.

Raka menambahkan, selain 3 kasus pencurian tersebut, pihaknya juga mengungkap 1 kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di sekitaran Kendari Beach, Selasa (8/9).

Pelaku berinisial FS telah diringkus Tim Buser 77 Polres Kendari di Gunung Jati Kecamatan Kendari Kota Kendari, Jumat (11/9) malam.

Belakangan diketahui pelaku tidak beraksi sendiri, ada pelaku lain berinisial SR masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Modus operandi pelaku ini, juga mengambil paksa barang milik korban. Mereka (pelaku) datangi korban mengancam dengan pisau dan mengambil handphone (korban),” beber Raka.

Dari pengungkapan tersebut, sambung dia, pihaknya mengamankan barang bukti 3 unit kendaraan bermotor, 3 hanphone, dan 1 pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam.

Lebih lanjut, Raka mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 365 ayat (1), ayat ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. (m2/man)

Facebook Comments