Pemprov Sultra Gelar FGD Revisi RTRW

92
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra, Pahri Yamsul saat memberikan sambutan.

KENDARI, BKK – Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), gelar Focus Group Discussion (FGD) revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rabu (09/09).

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sultra Suharno mengatakan, sejak 2014 sampai 2020 belum ada tindakan untuk RTRW di Sultra.

“Oleh karenanya, saat ini kami mulai melakukan perubahan sekaligus kewajiban kami (Pemprov Sultra) untuk merevisi rata ruang wilayah ini melalui FGD yang kami gelar hari ini (kemarin),” ujarnya.

Karena, jelas dia, nantinya dari FGD tersebut akan dijadikan sebagai rujukan oleh pemangku kebijakan.

“Tapi, yang kami godok saat ini adalah yang mengalami perubahan. Misal, alih fungsi lahan hutan dan yang dari sawah menjadi pemukinan, serta soal ruang lain yang belum pernah dilakukan revisi,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra Pahri Yamsul mengatakan, tujuan FGD adalah melihat perkembangan potensi yang sangat besar yang diharuskan untuk direvisi.

“Itu kami lakukan, karena merevisi tata ruang dibolehkan dalam UU, sesuai dengan perkembangan suatu daerah,” tandasnya.

Apalagi, lanjutnya, ke depan akan ada pembangunan seperti jembatan Muna-Buton, smelter yang semakin banyak, dan pembangunan lainnya.

“Semua butuh ruang dan harus ada legalisasinya, kalau tidak kacau balau nanti,” tuntasnya. (m3/nir)

Facebook Comments