KPU Terima Hasil Tes Kesehatan Rajiun Tumada

43
Ketua KPU Muna Kubais menerima hasil tes kesehatan bapaslon Rajiun Tumada dan La Pili.(FOTO: AINI/BKK)

KENDARI, BKK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna resmi menerima hasil tes kesehatan bakal pasangan calon (bapaslon) bupati Muna Rajiun Tumada yang tertunda pemeriksaannya karena sempat dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Pihak Rumah Sakit (RS) Bahteramas menyerahkan hasil tes kesehatan Rajiun bersama pasangannya La Pili kepada Ketua KPU Muna Kubais di Kantor KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (21/9).

Dalam penyerahan hasil kesehatan Rajiun tersebut, Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, dengan itu maka telah KPU rampung menerima sebanyak 18 hasil tes kesehatan bapaslon yang akan berlaga dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 pada 7 Kabupaten di Sultra.

“Maka kami di KPU, tidak boleh membedakan antara calon yang sudah kita fasilitasi penerimaan hasil kesehatannya pada tanggal 12 September lalu, dengan yang tadi (kemarin, red) baru keluar hasilnya, itu kita perlakukan sama. Untuk kemudian diverifikasi syarat calonnya,” ujar Natsir.

Sementara, Ketua KPU Muna Kubais mengaku, selanjutnya pihaknya akan melakukan penelitian syarat calon. Terhadap hasil pemeriksaan kesehatan tersebut, kata dia, akan disampaikan pada aplikasi Silon, untuk kemudian dilakukan penyampaian kepada bapaslon terhadap penelitian dokumen syarat calon.

Kubais juga menyebutkan, bapaslon Rajiun dan La Pili tidak akan ditetapkan sebagai paslon sesuai tanggal tahapan yakni pada 23 September, tetapi pada 1 Oktober 2020.

“Sebab ada perubahan teknis tahapan dan jadwal atas bapaslon ini, yang termuat dalam pedoman teknis nomor 248. Jadi beliau yang bersangkutan (Rajiun-La Pili) yang harusnya ditetapkan tanggal 23, mundur sampai tanggal 1 Oktober untuk penetapan calon,” tutur Kubais.

Adapun pembukaan rekening khusus penyampaian dana kampanye, bagi pasangan Rajiun-La Pili dilakukan pada tanggal 1 Oktober. Kemudian, sambung dia, laporan awal dana kampanye mulai tanggal 1-2 Oktober.

“Begitupun masa kampanye Rajiun-La Pili terhitung sejak tanggal 4 Oktober. Sebab, dalam PKPU Nomor 4 Tahun 2017, masa kampanye dimulai 3 hari setelah penetapan paslon,” jelas Kubais.(p5/r4)

Facebook Comments