Ketua KPU: Balon yang Tidak Lolos Tes Kesehatan Bisa Diganti

59
La Ode Abdul Natsir Muthalib.

KENDARI, BKK- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Abdul Natsir Muthalib mengungkapkan, bakal calon (balon) bupati atau balon wakil bupati yang akan berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, bila tidak lolos tes kesehatan dapat diganti. Proses pergantiannya dilakukan pada masa perbaikan syarat calon.

“Kalaupun misalnya ada yang tidak sehat secara jasmani atau tidak lolos syarat kesehatan, maka masih ada waktu untuk dilakukan pergantian calon, dan diberikan kesempatan selama masa perbaikan,” ujar pria yang akrab disapa Ojo, Minggu (13/9).

Ia memaparkan, 3 rangkaian tes kesehatan yang harus dilalui oleh para bakal pasangan calon (bapaslon), meliputi pemeriksaan kesehatan secara jasmani, rohani, serta tes bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Kalau pemeriksaan jasmani itu soal mampu (atau) tidak mampu nantinya dalam menjalankan tugas sebagai bupati atau wakil bupati. Demikian juga rohani. Tetapi, pemeriksaan bebas narkoba itu soal positif atau negatif,” paparnya.

Ojo juga menyampaikan bahwa jika ada seorang balon terkonfirmasi positif Covid-19, tidak serta-merta digugurkan dari pencalonannya.

“Tetapi, kepada yang bersangkutan itu diberi kesempatan. Kita sudah meminta tim pemeriksa kesehatan untuk memeriksa balon tersebut dan ketika hasil uji usap (swab) yang bersangkutan dinyatakan negatif Covid-19, barulah dilanjutkan dengan tes kesehatan syarat calon,” kata Ojo.

Bagi balon yang hasil uji usap mandirinya negatif dan hasil pemeriksaan kesehatan telah diterima dan dinyatakan memenuhi syarat, tambah dia, maka akan ditetapkan sebagai calon pada 23 September 2020. Dilanjutkan dengan pengundian nomor urut pada 24 September 2020.

“Tetapi yang masih karantina mandiri karena positif Covid-19 ini, nantinya bakal menyusul, menunggu hasil pemeriksaan kesehatannya dan itu ditetapkan kalau memenuhi syarat sebagai calon, maka akan ditetapkan juga pasangan calon peserta pemilihan umum. Namun nomor undiannya dia tinggal melengkapi nomor urut,” sambung Ojo.

Dari total 18 bapaslon yang akan berlaga di Pilkada Serentak 2020 di Sultra, terdapat salah seorang balon Bupati Muna yang terkonfirmasi positif Covid-19, yakni Rajiun Tumada. Untuk itu, Rajiun yang berpasangan dengan La Pili belum menjalani serangkaian tes kesehatan hingga dinyatakan bebas dari Covid-19. (p5/iis)

Facebook Comments