Kembangkan Klaster Kopi, Surunuddin MoU dengan BI

19
Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga saat memberikan sambutan.

ANDOOLO, BKK – Bupati Konawe Selatan (Konsel), H Surunuddin Dangga menggandeng Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk bekerja sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sektor unggulan perkebunan kopi.

Kerjasama itu dituangkan dalam Memorandum Of Understanding (MoU) yang ditandatangani langsung Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga bersama Plt Kepala Perwakilan BI Sultra, Surya Alamsyah, juga dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekab) H Sjarif Sajang dan jajaran BI serta para pimpinan OPD lingkup Pemkab Konsel, di Auditorium Kantor Bupati Konsel, Senin (21/9).

Surunuddin menyampaikan apresiasinya kepada BI atas kerja sama yang terbangun. Yang dibuktikan dan dicantumkan dalam satu nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan yang ada diwilayah Konsel. Khususnya pembinaan kepada petani kopi.

“MoU yang kita tandatangani sebagai wujud perhatian serius Pemkab dan BI dalam membantu mendorong kesejahteraan rakyat di Konsel, terkhusus bagi para petani kopi sekaligus untuk mempercepat ekosistem pengembangan klaster kopi di Konsel,” ujar Surunuddin.

Untuk mendukung kerja sama tersebut, ia meminta Dinas terkait agar dapat mendukung pelaksanaan program MoU, termasuk penyediaan bibit berkualitas, agar menghasilkan tanaman kopi bermutu dan lebih maksimal.

“Selain dengan BI, saya perintahkan Instansi terkait untuk lebih optimal dalam mengembangkan komoditas ini, dengan berupaya bersinergi bersama lembaga lain termasuk pihak perbankan agar produktifitas dan kualitas meningkat, yang juga bagian dari langkah dalam mensejahterahkan masyarakat,”pintan orang nomor satu di Konsel itu.

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BI Sultra, Surya Alamsyah juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Konsel dan jajaran, karena telah mengizinkan pihaknya berperan dan mendukung pengembangan kopi di Konsel. Dimana kata Surya, BI sebagai Bank Sentral RI memiliki tujuan tunggal untuk menjaga kestabilan nilai Rupiah dilihat dari tingkat inflasi dan nilai tukar.

Dikatakannya juga, BI memiliki visi untuk menjadi Bank Sentral Digital terdepan yang berkontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara Negara Emerging Markets untuk Indonesia Maju. Yang diturunkan dalam program strategis.

“Salah satunya adalah bersinergi dengan Pemda dalam menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD) dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, yang dilakukan dengan mendorong net eksport barang dan jasa dengan fokus pada sektor/komoditas yang potensial,” ujarnya.

Diantara komoditas yang dimaksud, kata dia, yakni Kopi Sultra yang memiliki potensi pasar baik dalam maupun luar negeri. Sekaligus menjadi tantangan untuk terus mengembangkannya kedepan. (r2/r4)

Facebook Comments