Kehadiran PT VDNI dan OSS Gerakkan Perekonomian Masyarakat

72
Ilustrasi

UNAAHA, BKK- Kehadiran smelter PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil menyerap tenaga kerja lokal di Bumi Anoa hingga mencapai belasan ribu.

Selain menyerap ribuan tenaga kerja lokal, dampak lain dari hadirnya perusahaan tersebut adalah mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah tempat perusahaan beroperasi.

Pedagang kaki lima misalnya, kini menjamur di Morosi. Demikian pula pedagang sembako yang jumlahnya cukup banyak, serta sejumlah usaha lainnya.

Sejak beroperasi pada 2016, PT VDNI telah memberikan angin segar untuk masyarakat sekitar Kecamatan Morosi. Pasalnya, pertama kali beroperasi telah memberikan dampak besar untuk masyarakat sekitar.

Disusul lagi dengan beroperasinya PT OSS yang juga memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi baik di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, hingga Provinsi Sultra.

Apabila berkunjung atau melintas di sekitar perusahaan industri tersebut, tampak lapak-lapak pedagang berjejer rapi dan menawarkan jualannya. Bahkan pedagang bukan hanya warga sekitar ataupun yang datang dari Kabupaten Konawe, namun ada juga dari luar Provinsi Sultra.

Hal itu dirasakan salah seorang pedagang yang berada di wilayah PT OSS. Dia adalah Rustam, asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dia mengaku berjualan atau menawarkan dagangan di wilayah itu sudah sekitar 1 tahun 8 bulan. Ia mengakui dagangan sembako yang dijajakan perbulannya mencapai puluhan juta.

“Alhamdulillah selama berjualan di wilayah PT OSS pembeli sangat ramai, karena hilir mudik para pekerja sangat lah ramai,” katanya.

Rustam menuturkan, dampak positif keberadaan PT OSS sangat membantu perekonomian keluarganya. Awalnya ia mengaku dipanggil oleh rekannya warga lokal Morosi untuk berjualan di wilayah tersebut, karena aktivitas perusahaan PT OSS.

“Teman saya warga lokal di sini sudah sangat sukses hanya berjualan seperti saya. Ketika mendapatkan tawaran untuk menjual di sini saya langsung mau.  Alhamdulillah tidak sia-sia,” katanya.

Sama seperti Idris, penjual nasi kuning yang hanya bermodalkan lapak payung dan meja, dalam sebulan omzetnya sampai Rp 5 jutaan. Dirinya hanya berjualan mulai pukul 09.00 Wita hingga malam pukul 20.00 Wita.

“Saya baru beberapa bulan menjual di sini Alhamdulillah penghasilan saya sangat lumayan, dan pelanggan saya para pekerja PT OSS,” ucapnya. (*)

Facebook Comments