Kalangan Muda Jadi Sasaran Kelompok Radikal Terorisme

71

 

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr Hj Andi Intang Dulung saat membuka kegiatan. (Foto: Ist)

UNAAHA, BKK – Saat ini, penyebaran paham radikal di kalangan pemuda/pelajar terus digencarkan kelomopok radikal terorisme, terutama melalui media sosial.

“Inilah yang harus diwaspadai bersama. Karena bagi kelompok radikal terorisme, pemuda/pelajar adalah target utama penyebaran paham dan perekrutannya,” ujar Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Dr Hj Andi Intang Dulung saat membuka kegiatan pelibatan pelajar SMA dan sederajat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme dengan pembuatan video pendek bertema “Kita Indonesia” di salah satu hotel di Unaaha, Kabupaten Konawe, Kamis (6/8).

Menurut Andi Intang, di samping kondisinya dianggap masih labil, pemuda/pelajar tersebut juga dapat dijadikan regenerasi yang dijanjikan untuk terus beroperasinya gerakan kelompok radikal terorisme.

Ia mengatakan, saat ini kelompok radikal terorisme dapat beroperasi secara luas dan masif terutama melalui media sosial.

“Bagi kelompok ini, media sosial merupakan sarana transformasi paham dan perekrutan yang sangat efektif. Mereka sadar betul, media sosial dapat menjangkau kelompok manapun di masyarakat bahkan bisa masuk ke sekolah dan rumah tangga,” katanya.

Terkait bencana nasional non alam, Covid-19, Andi Intang mengingatkan, situasi tersebut harus disikapi secara bijak, aktivtas penggunaan media sosial semakin tinggi dan ramai. Saat kondisi tersebut, pemuda harus ambil bagian dalam upaya menciptakan tontonan menarik dan sebagai antitesa terhadap paham radikalisme terorisme yang berseliweran di berbagai platform media.

Artinya, lanjut Andi Intang, pemuda/pelajar dan media sosial merupakan dua poin strategis dalam transformasi paham dan perekrutan anggota kelompok radikal terorisme.

“Mereka selalu mengincar kalangan masyarakat dan pemerintah untuk mempengaruhi pemuda/pelajar serta menguasai media sosial sebagai sarananya,” tambahnya.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sultra Drs KH Muslim MSi pada kesempatan itu mengatakan, selama pandemi Covid-19 bukan berarti aktivitas pencegahan terorisme berhenti, tapi tetap dilakukan dengan memanfaatkan jaringan di tingkat mahasiswa dan pelajar. Salah satunya menjalin komunikasi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI).

“Pelibatan mereka (FKMTHI, red) ini tidak hanya di Sultra, tapi ini sudah menjadi program nasional,” ujarnya.

Di masa pandemi ini juga, kata Muslim, FKPT Sultra bekerja sama dengan BNPT menggelar sejumlah kegiatan. Pelibatan pelajar SMA dan sederajat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme dengan pembuatan video pendek.

“Kegiatan ini sasarannya khusus kepada pemuda/pelajar agar mereka dapat merekam dan memproduksi aktivitas di sekitar mereka yang terkait erat dengan semangat kebangsaan dan keindonesiaan,” ujarnya.

Terkait lomba pembuatan video pendek, kata Muslim, pihak BNPT menghadirkan salah satu praktisi film Diah Kusuma Dewi. Video pendek bertemakan Kita Indonesia tersebut akan dilombakan secara nasional. Total hadiahnya sebesar Rp 100 juta. (*/bk)

Facebook Comments