Ini Penyebab Kelangkaan Gas Elpiji di Bombana

39
Ilustrasi

RUMBIA, BKK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bombana melakukan tracking terkait permasalahan kelangkaan Gas LPJ 3 kilogram (kg).

Tracking itu dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab kelangkaan gas hingga ke pengecer yang berada di wilayah Kabupaten Bombana.

Dari hasil tracking, Disperndagkop ditemukan beberapa permasalahan atau penyebab hingga pasokan Gas Elpiji 3 kg mengalami kekosongan. Diantaranya, berkurangnya stok elpiji yang masuk dari agen kepada para pangkalan.

“Stasiun pengisian gas (SPBE) Kolaka mengalami hambatan di jalan sehingga agen elpiji belum lakukan pengisian tabung kosong untuk didistribusikan ke pangkalan. Ada keterlambatan pengantaran dari agen ke pangkalan sehingga terjadi kelangkaan di Bombana, ” kata Kepala Seksi (Kasi) Bina Usaha dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop Bombana.

Selain itu, jelas Silfi, siklus pengantaran tabung gas elpiji saat ini telah diubah dengan dilakukan per zona. Bukan berdasarkan permintaan seperti beberapa waktu lalu.

“Jadi agen menyelesaikan pengantaran tabung di satu zona sampe selesai, setelah itu pindah ke zona lain. Jadi itu juga yang menyebabkan kehabisan stok gas serempak per zona. Karena sistemnya membagi dari satu tempat ke tempat lainnya, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperidagkop Bombana, Abdul Hajar Aswad mengungkapkan, bahwa tracking ini telah dilakukan pada beberapa waktu lalu yang mecakup wilayah Kecamatan Poleang, Rumbia dan Kecamatan Rumbia Tengah.

“Kami sudah lakukan tracking di tiga zona dan tracking ini merupakan juga salah satu monitoring dan evaluasi, ” pungkasnya. (r4)

Facebook Comments