Hotel dan Restoran Masih Lesu

28
Ilustrasi

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai bahwa bisnis hotel dan restoran masih lesu meski telah memasuki era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal. Beberapa hotel dan restoran bahkan belum beroperasi atau tutup.

Laporan WATY

Tumbuhnya industri hotel dan restoran berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Industri hotel dan restoran menjadi salah satu sektor yang dapat menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

Geliat sektor tersebut dapat meningkatkan jumlah transaksi uang di masyarakat. Pasalnya, tumbuhnya perhotelan dapat mendorong peningkatan sektor konsumsi sehingga penyedia bahan makanan dapat merasakan dampak positifnya.

Sekretaris PHRI Sultra Eko Dwi Sasono mengatakan, walaupun pemerintah saat ini telah melonggarkan sejumlah pembatasan seiring new normal atau AKB di tengah pandemi Covid-19, perekonomian di sektor perhotelan belum benar-benar pulih. Tingkat okupansi atau hunian hotel masih lesu. Kondisinya belum jauh berbeda dengan masa-masa awal pandemi terjadi.

“Tingkat hunian hotel pada triwulan II kenaikannya belum terlalu signifikan masih di bawah rata-rata, yakni sebesar 30-40% belum mencapai 50%,” ungkapnya,  Selasa (01/9).

Normal okupansi tingkat hunian hotel sebesar 60%, sedangkan restoran juga masih sepi bahkan ada restoran yang tutup di tengah pandemi Covid-19, akibat beban operasional yang berat yaitu salah satunya Rumah Makan Alamo.

Lesunya okupansi hotel di masa new normal ini disebabkan kegiatan pemerintah belum banyak menyelenggarakan kegiatan di hotel, seperti pertemuan atau meeting.

Imbasnya, belum ada pergerakan signifikan terhadap sektor perhotelan karena hotel hanya dimanfaatkan sebagai penginapan. Sementara pendapatan hotel terbesar berasal dari penyelenggaraan acara atau pertemuan.

“Itu sangat berpengaruh. Apalagi hotel di kota Kendari penghasilan terbesar berasal dari meeting pemerintah dan korporasi,” ujarnya.

Aktivitas hotel dan restoran yang di bawah naungan PHRI berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. (*)

Facebook Comments