Hindari Penularan Covid-19, SKB CPNS IAIN Kendari Digelar secara Online

27
Saat tim penguji SKB IAIN Kendari melakukan seleksi. (FOTO: HUMAS IAIN Kendari).

KENDARI, BKK – Guna menghindari penularan Coronavirus disease 2019 (Covid-19), sebanyak 69 orang peserta Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) praktik kerja dan wawancara secara online menggunakan aplikasi Zoom.

Sesi praktik kerja berlangsung 14-17 September 2020, sedangkan wawancara dilaksanakan pada 19-20 September 2020.

Sekretaris Panitia Seleksi CPNS IAIN Kendari Amari menjelaskan, peserta yang mengikuti ujian memilih titik lokasi yang dipilih berdasarkan tempat domisili. Khusus di Kota Kendari, lanjutnya, peserta mengikuti ujian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari, diawasi panitia lokasi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Masih kata dia, sedangkan para penguji berada di kampus IAIN Kendari bersama panitia yang ikut melakukan pengawasan dan mengontrol kelancaran proses seleksi virtual ini.

“Peserta diuji terkait kemampuan teknis sesuai formasi yang dipilih. Bagi peserta formasi dosen diuji terkait kemampuan mengajar dan mengorganisasi bahan pembelajaran. Begitu pula untuk formasi tenaga kependidikan, diuji terkait teknis pekerjaan pada bidangnya misalnya humas dan pranata komputer,” ujarnya, Sabtu (19/9).

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan kegiatan, peserta, penguji maupun panitia tetap mengindahkan protokol Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan dengan hand sanitizer setiap saat.

Dia menambahkan, peserta yang tidak hadir atau terlambat dengan alasan apapun pada saat pelaksanaan SKB yang telah ditentukan, maka dianggap mengundurkan diri dan dinyatakan gugur atau tidak lulus dalam proses seleksi CPNS 2019 Kemenag.

Sementara itu, Rektor IAIN Kendari Prof Faizah Binti Awad menjamin kegiatan seleksi dilaksanakan dengan memegang prinsip transparansi dan obyektifitas, sehingga dipastikan nilai yang diberikan sesuai dengan kapasitas dan kompetensi peserta.

“Meskipun dilaksanakan secara online, kita tetap menjaga jangan sampai ada praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Untuk itu penetapan penguji berdasarkan kapabilitas, kompetensi keilmuan yang sesuai dengan formasi CPNS Dosen dan Tenaga Kependidikan,” tuntasnya. (r1/nir)

Facebook Comments